Published On: Fri, Apr 15th, 2016

Polisi Grebek Prostitusi ‘Gay’ Berkedok Panti Pijat di Pancoran

1417055spa-therapy780x390

Praktik prostitusi kini banyak yang diam-diam memakai jasa tempat umum, contohnya seperti yang terjadi di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Polda Metro Jaya mengungkap adanya prakti prostitusi berkedok tempat panti pijat.

Ajun Komisaris Besar Suparmo selaku Kepala Subdirektorat Remaja Anak dan Wanita Polda Metro Jaya menyatakan pada penggerebekan ini tadi malam, Polisi mengamankan sedikitnya 11 orang diantaranya terdiri dari enam orang wanita dan lima pria yang diduga bekerja sebagai pekerja seks komersial diamankan.

“Ada 11 orang terapis yang telah kami amankan, lima gigolo dan enam penari striptis,” ungkap Suparmo, seperti yang di lansir Berita Benar dari Republika, Jumat (15 April 2016).

Disampin itu, Polda Metro Jaya juga mengamankan dua orang pengelola dari panti pijat tersebut, yakni HP dan AW. Pengelola dari HNC Spa and Therapy itu merupakan tempat panti pijat wanita yang dikelola oleh HP. Sedangkan AW yang mengelola Romeo Cafee dan sekaligus menyediakan terapis pria.

“Para gigolo tersebut melayani para konsumen yang juga berjenis kelamin pria dengan berbagai tarif antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu,” ujar Suparmo.

Suparmo menyebutkan bahwa mereka mendapatkan laporan dari informasi yang dilaporkan oleh masyarakat sekitar. Dari tempat kejadian, Polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp1,4 juta, alat kontrasepsi, kartu nama, buku absen, dan buku laporan keuangan.

Kedua pengolal yang telah ditetapkan sebagai tersangka terancam terkena hukuman sesuai dengan Pasal 296 KUHP tentang mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan Pasal 506 KUHP tentang sebagai muncikari mengambil keuntungan dari usaha pelacuran perempuan dan atau turut serta melakukan dengan ancaman penjara setahun empat bulan.