Published On: Mon, May 16th, 2016

Praktek Politik Uang Disinyalir Hiasi Munaslub Golkar

57371488e60b5-pembukaan-munaslub-golkar-2016_663_382

Firman Soebagyo selaku anggota tim Sukses calon ketua umum Golkar Ade Komarudin menyebutkan jika ada praktek kotor politik uang menghiasi Musyawarah Nasional Luar Biasa partai Golkar yang berlangsung sejak kemarin (15/5/2016). Jumlah uang yang digelontorkan pun nilainya sangatlah besar bahkan mencapai USD 10.000 atau setara dengan Rp. 133 juta.

Firman Soebagyo menuduh tim sukses Setya Novanto membagikan uang tersebut kepada ratusan Dewan Pimpinan Daerah I dan II Golkar. Aksi politik uang tersebut berlangsung pada hari Sabtu di Pecatu Indah Resort, Bali. Praktek hitam ini tentunya sangat disayangkan. Apalagi saat ini Golkar sedang membangun citra budaya politik bersih. Menurut Firman, uang yang dibagikan tersebut merupakan salah satu skenario ketika pemilihan ketua umum dilaksanakan secara voting terbuka. Seperti yang dilansir Berita Benar dari laman Tempo (16/5/2016).

Kecurigaan politik uang di Munaslub Golkar juga tercium oleh tim sukses Priyo Budi Santoso. Menurut sang ketua Pelaksana Tim Sukses Priyo yakni Vasco Ruseimy, uang tersebut dibagikan melalui pimpinan DPD yang diundang ke hotel tempat calon ketua umum Golkar menginap. Namun sayangnya, Vasco enggan menyebutkan jumlah uang dan nama calon ketua umum yang telah menjalankan praktek politik busuk tersebut.

Menanggapi maraknya dugaan politik uang, Nurdin Halid selaku Ketua Panitia Pengarah Munaslub Golkar menyatakan jika pihaknya akan meminta Komite Etik Munaslub untuk mengawas lebih ketat dan menindak tegas jika memang terbukti terdapat politik uang du Munaslub Golkar kali ini.