Published On: Thu, Jul 30th, 2015

PSSI Dibekukan, Mantan Kiper Persija Jadi Operator Kereta Odong-Odong

Beberapa waktu yang lalu, Imam Nahrawi selaku Mentri Pemuda dan Olahraga resmi membekukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

 

Dengan adanya pembekuan ini, secara langsung berdampak kepada kelangsungan hidup para pemain yang mencari nafkah di dunia persepakbolaan Indonesia.

Dampak adanya pembekuan tersebut secara langsung menimpa salah seorang mantan kiper Persija Jakarta yang saat ini bekerja sebagai operator kereta Odong-Odong. Mantan kiper yang bernama Galih Sudaryono ini setiap harinya ia berkeliling dari satu pasar ke pasar lainnya demi menyambung hidupnya.

Seperti yang dikutip dari Tribunnews (30/7/2015), di sela-sela kegiatannya saat mengais rezeki di pasar malam dekat rumahnya, ia mengatakan “Konflik antara PSSI dan Kemenpora belum selesai, ya biar dapur tetap ngebul terus, saya ngurusi mainan odong-odong. Tidak apa-apa sithik-sithik tapi halal,”

Selain itu, ia juga mengakui jika saat menjalani pekerjaan barunya sebagai operator kereta Odong-Odong, ia sempat canggung. Namun demi kelangsungan hidup keluarga yang terdiri dari istri dan juga satu anak kesayangannya, sampai saat ini pun ia sudah terbiasa.

“Awalnya itu memang canggung. Malah pas buka stan pertama di pasar malam di lapangan Sumberlawang, Sragen, odong-odong yang saya sewakan itu tepat berada di bawah mistar gawang. Saya sempat mikir, dulu itu saya di bawah gawang menghitung langkah untuk menangkap bola, tapi sekarang saya menghitung putaran odong-odong,” ungkap Galih.

Dalam penjelasannya, ia juga mengakui bahwa pendapatan yang ia terima dari menyewa odong-odong lebih kecil dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukannya saat menjadi kiper di beberapa klub sepakbola tanah air.

“Setelah PSSI dibekukan, hubungan kerja dengan Borneo FC juga diakhiri. Tapi saat perselisihan antara PSSI dan Kemenpora itu, saya sudah ancang-ancang untuk membuka usaha. Dan akhirnya usaha penyewaan odong-odong ini yang saya pilih untuk menyambung hidup,” ungkap galih.

<fjr>