Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Putaran Kedua Pilgub DKI Diprediksi Seru

BERITABENAR-BEREDAR kabar bahwa parpol besar pendukung pasangan Ahok-Djarot tengah kebingungan menghadapi putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Menyusul sejumlah parpol yang semula mengusung pasangan Agus-Sylvi tengah berputar haluan memberikan dukungan ke pasangan Anies-Sandi.

Di antaranya, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Disusul lagi, Partai Bulan Bintang (PBB) yang dinakhodai Yusril Ihza Mahendra juga telah menyatakan dulung-an ke pasangan calon nomor 3.

Sejumlah parpol itu tidak hanya membawa gerbong kosong. Seluruh akar rumput nya pun mendukung sikap parpol tersebut. Belum lagi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selaku parpol pengusung Anies-Sandi tengah membangun komunikasi politik dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ditambah lagi dengan keberadaan Tim Relawan Anies-Sandi yang dikomandoi Boy Sadikin terus melebarkan sayap. Terbukti di putaran pertama Pilgub DKI, pencapaian suara yang signifikan juga merupakan bagian kerja cerdas para relawan yang dipimpin mantan Ketua DPD PDI Perjuangan itu Melihat peta kekuatan politik yang sedemikian kuat, membuat PDI Perjuangan dan tiga parpol lainnya yang mengusung Ahok-Djarot harus berhitung ulang bila ingin memenangkan pertarungan di putaran kedua.

“Inilah yang membuat pertarungan di putaran kedua Pilgub DKI akan sengit. Sebab koalisi besar yang mendukung pasangan Anies-Sandi tak terbendung. Sedangkan PDIP pastinya tetap ngotot untuk menang dengan segala cara,” ujar Ketua DPP Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aji Rimbawan.

Belakangan ini’, beredar kabar perihal PDIP selaku pemegang dominasi gerbong pemenangan Ahok-Djarot tengah berhitung dan menyusun strategi jitu. Seperti akan melakukan serangan-serangan politik dengan cara menebar isu negatif dari lawan tanding. Yakni dengan mengungkap kelemahan-kelemahan baik personal calon, hingga personal figur yang terlibat dalam menentukan strategi pemenangan.

Menanggapi hal itu, Aji Rimbawan menegaskan, strategi menjatuhkan citra figur-figur yang menentukan kemenangan sering dilakukan oleh parpol. “Biasanya itu dilakukan oleh pihak yang selama ini dalam kondisi terjepit atau merasa kalah duluan,” kata dia.

Menurut Aji, parpol pengusung calon yang melawan incumbent semestinya bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi di putaran kedua. “Bisa saja di putaran kedua, kubu incumbent akan habis-habisan menggunakan dana sangat besar untuk menang. Menimbang incumbent punya koneksi langsung dengan birokrasi DKI dan kalangan pengusaha atau yang dikenal sebagai bohir, tandas dia.

Sejumlah kalangan menilai bahwa pero-lehan 43 persen lebih suara oleh pasangan Ahok-Djarot tidak akan bertambah di putaran kedua. Terkait hal ini, Aji menilai, sangat mungkin terjadi. Sebab sebagian besar pendukung dari pasangan Agus-Sylvi telah menyatakan dukungan ke pasangan Anies-Sandi. “Justru pasangan Anies-Sandi yang berpeluang bertambah 7 persen lagi,” imbuh dia.

Di sisi lain, Anggota Presidium Relawan Anies-Sandi, M Rico Sinaga menegaskan,
pada putaran kedua, pihaknya akan mengerahkan kekuatan penuh. Jika pada putaran pertama lalu kekuatan yang dipakai baru sebesar 30 persen, maka di putaran kedua ini 70 persen kekuatan yang tersisa akan dipergunakan.

Selain itu, Rico mengatakan, pihaknya juga telah mengantisipasi kemungkinan serangan besar dari kubu pasangan Ahok-Djarot. “Kami deteksi kemungkinan serangan mereka (kubu Ahok-Djarot), dan kami sudah siapkan serangan balik,” tegas ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) itu.

Sedangkan Anggota Presdium Relawan Anies-Sandi, Budi Siswanto menduga kuat, di putaran kedua Pilgub DKI 2017 terbuka peluang bagi incumbent melakukan ‘abuse of power’ yaitu menggunakan kekuasaan untuk kepentingan kampanye.

“Kami mengingatkan bahwa hal ini adalah terlarang dalam UU Pemilu. Untuk itu Presidium Relawan Pemenangan Anies-Sandi mendesak ‘incumbent’ untuk bersikap elegan, jujur, dan meninggalkan cara-cara pemaksaan kehendak dalam mencapai tujuan,” papar Budi, (rul)