Published On: Tue, Feb 21st, 2017

Ratusan Pejabat Belum Daftar TOEFL

BERITABENAR- Meski sempat pro dan kontra, antusiasme PNS mengikuti program Test of English as a Foreign Language (TOEFL) sangat besar. Sayangnya, hal itu tidak didukung dari para pejabat sendiri. Buktinya, hampir 10 ribu PNS sudah mendaftar. Sebaliknya, 264 pejabat justru belum mendaftar.

“Setelah dicek, hampir sepuluh ribu. Tapi, ada 264 yang belum mendaftar,” ungkap Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Rahmad Junaidi pada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (20/2).

Menurut Rahmad, dari 264 PNS belum melakukan pendaftaran itu, justru didominasi para pejabat eselon II hingga IV. Padahal, PNS golongan di bawahnya sudah mendaftar. (Selengkapnya lihat tabel) Menurut Rahmad, banyaknya pejabat belum mendaftar, diprediksi karena sebelumnya server sempat rusak.

Dampaknya, saat melakukan pendaftaran terganggu. Namun, setelah diperbaiki, hingga kini belum juga ada yang mendaftar. Padahal, saat ini sudah tidak rusak. Bahkan, sudah mudah melakukan pendaftaran.

Pihaknya menyayangkan kondisi tersebut. Alasannya, kurang memberi motivasi pada PNS lain di bawahnya. Di saat banyak PNS golongan rendah bersemangat mengikuti program tersebut, justru dari kalangan pejabat yang belum melakukan pendaftaran. Menurut dia, ratusan pejabat belum melakukan pendaftaran itu bakal ditunggu hingga dua hari.

“Akan kami tunggu satu, dua hari ini. Toh daftarnya tak lama, tak sampai lima menit,” ucap dia.

Jika pendaftaran lancar, terang dia, tes TOEFL akan dimulai besok Rabu (22/2). Dia memprediksi, butuh waktu tiga hari untuk melakukan tes kepiawaian berbahasa Inggris tersebut.

Menurut dia, soal-soal berkaitan dengan kepegawaian dan khazanah lokal Bojonegoro. Tes dilakukan per kelompok SKPD dengan kategori soal berbeda.

Rahmad menjelaskan, pelaksanaan tes nantinya akan dilakukan secara bertahap. Pengalaman saat login, server-nya tidak kuat. Kapasitas server terbatas, sedangkan pengguna hampir 10.000 PNS. Akhirnya, untuk proses login harus memakan waktu berhari-hari. “Cukup disayangkan, sebab PNS sudah antusias login tapi ada masalah,” jelasnya.

Menurut Rahmad, sebelumnya sudah dilakukan persiapan khusus untuk pelaksanaan login tersebut. Namun, karena penggunaan secara bersama dengan kapasitas terbatas, akhirnya terpaksa mundur. Dipastikan, lanjurnya, server sudah ditambah kapasitasnya. Sehingga, seluruh PNS bisa login semua, (zky/ rka/nas)