Published On: Fri, Jul 24th, 2015

Rupiah Kembali Melemah ke 13.300 per US Dollar

Mata uang Indonesia kembali melemah pada titik poin yang sudah menjadi jalur Rupiah untuk beberapa waktu terakhir yaitu di angka 12.300 per dolar Amerika Serikat.

Sebelumnya Rupiah memang sempat dikabarkan menguat ke angka 13.280 selama satu pekan, sebelum akhirnya kembali jatuh ke angka 13.300 yang ada pada kisarannya.

Pada laporan yang didapatkan dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia, disana dilaporkan rupiah kembali ke angka 13.323 per dolar AS. Rupiah sendiri mengalami koreksi 43 poin dari perdagangan yang ada di bulan lalu.

yohannes chandra ekajaya

Rupiah melemah 0,14 persen ke level 13.319 pada nilai jual, dan melemah pada nilai beli di level 13.307. Hingga hari ini, perputaran angka Rupiah masih berkutat di kisaran 13.304 – 13.337 per dolar AS.

Pelemahan Rupiah sendiri tak luput dari kesepakatan utang Yunani yang ikut ambil bagian di dalamnya. Apalagi belum ada titik terang mengenai utang Yunani tersebut, hal ini seperti yang diungkapkan oleh seorang ekonom dari PT. Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta. Hingga saat ini, negosiasi utang antara Yunani dan para kreditor masih menemukan jalan buntu.

Melemahnya Rupiah pada level ini sendiri sebenarnya tidak memberikan banyak perubahan pada industri ekonomi Indonesia. Namun jika Rupiah terus melemah, maka akan berdampak buruh untuk industri di Indonesia, sebab masih banyak bahan baku yang diperlukan untuk kebutuhan industri di sini yang masih diimpor dari luar.

Selain itu, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, I Kadek Dian Sutrisna Artha juga mengatakan kalau produksi ekspor ke luar negeri tidak dapat diimbangi dengan bahan impor yang semakin tinggi, maka ini sama saja dengan pelemahan dalam ekonomi domestik, terutama di sektor industri.