Published On: Tue, Feb 28th, 2017

Sampaikan Lewat Liputan

BERITABENAR-Menurutnya hidup haruslah memiliki mimpi. Kemudian, berjuanglah untuk menjemput mimpi tersebut. Itulah yang dilakukan oleh Nicolas Situmorang. Seusai ia menamatkan pendidikan di Unri, dia langsung menjemput mimpinya menjadi reporter televisi.

Meski terdengar sulit terwujud, terlebih di tahun itu perkembangan pertelevisian di Pekanbaru belum seperti saat ini. Namun nyatanya, ia mampu membuktikan bahwa sebagai alumni Unri dirinya bisa menjadi reporter televisi swasta yang terkemuka di Indonesia.
“Sejak lulus kuliah target saya memang menjadi reporter televisi. Tapi saya tidak pernah menyangka bahwa dalam waktu yang singkat saya mampu berkiprah di televisi swasta nasional yang cukup terkemuka di Indonesia. Tentunya kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Sebagai reporter baru, saya belajar sebanyak-banyaknya dan membuka wawasan dari berbagai hal,” tegasnya.

Dari 2.000 orang yang mendaftar ke televisi tersebut, Nicolas menjadi 10 besar yang terbaik. Ia mampu menjawab tantangan di level nasional. Dengan keterbatasan ilmu dan pengalamannya di daerah, ternyata ia tak kalah dari lulusan-lulusan universitas lain saat bersaing di level nasional.

Saat menjadi reporter, ia dipercaya untuk meliput berbagai peristiwa-peristiwa penting. Mulai dari bencana alam, Sea Games dan liputan lainnya. Di awal ia memang merasa canggung. Terlebih dirinya belum begitu mahir menggunakan kamera. Namun, karena kegigihannya untuk belajar dan kemauan yang tinggi, dirinya mampu menjalankan setiap penugasan dengan baik.

Nilai rapornya pun terhitung sangat baik. Karirnyadi sana juga cemerlang. Ia dipercayakan oleh pihak televisi tempatnya bekerja, menjadi koordinator di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya. Sebanyak 21 kontributor berada di bawah asuhannya kala itu. Bukan hanya untuk wilayah Pekanbaru saja, tapi juga meliputi wilayah lain di luar Riau. Seperti Sumbar, Palembang dan sekitarnya.

“Ketika diberikan kesempatan untuk menjadi koordinator di wilayah Pekanbaru, sebenarnya itu jadi tantangan tersendiri bagi saya. Saya tertantang bagaimana caranya bisa memberikan liputan yang baik sekaligus bisa memajukan daerah saya. Kebetulan saat itu ada gempa di Sumatera Barat dan Sea Games di Palembang. Saat itulah saya bersama tim melakukan peliputan dan memaksimalkan apa yang ada di daerah,” ujarnya yang kini memiliki studio perlengkapan pendukung konser ini.

Meski karirnya terbilang gemilang, nyatanya Nicolas memilih untuk hengkang dari dunia pertelevisian swasta. Padahal saat itu dirinya akan ditarik kembali untuk berkiprah di Jakarta. Namun, ia memiliki pertimbangan lain. Ingin tetap berkiprah di daerah. Ia bertekad untuk mampu menggairahkan yang ada di daerah tempat kelahirannya.

Bak gayung bersambut, keinginannya tersebut terwujud. Iya ditawari oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Riau (Diskominfo) untuk membantu pengemasan informasi terkait kegiatan Gubernur Riau. Nicolas menilai tawaran tersebut sebagai sesuatu yang menarik Sehingga dirinya pun langsung bergabung di Diskominfo pada 2014. Saat itu kondisi Diskominfo ini masih cukup minim dalam hal pengemasan informasi. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri baginya. Pria yang pernah membentuk group fotografer kampus ini, harus mampu memberi sentuhan pengalamannya agar bisa sebarkan informasi pemerintah kepada masyarakat Pekanbaru dan Riau.

“Banyak hal yang harus dibenahi waktu itu. Peralatannya juga masih belum memadai. Tapi, di situlah saya terpacu untuk memberi yang terbaik. Bekal ilmu dari Unri dan televisi, saya tuangkan. Perlahan namun pasti, terjadi kemjuan yang cukup siginifkan,” lanjutnya.
Kini, Diskominfo telah memiliki Tv streaming. Perlengkapan terus diperbaharui. Sehingga, kini kegiatan gubernur bisa dilihat langsung oleh masyarakat dengan mengakses you-tube dan situs Tv streaming Pemprov Riau. Meski dirinya mengaku ada perbedaan antara bekerja di swasta dan pemerintah, namun dirinha menikmati setiap perjalanan yang ia tempuh. Dimanapun itu.

Karena menikmati, dirinya tak merasakan kesulitan. Justru ia bisa terus berinovasi. Tv streaming pemprov yang dibahas di atas nyatanya mendapat sambutan yang baik. Khususnya bagi para ASN. Mereka bisa mengakses dan mengetahui kegiatan gubernur, di mana pun mereka berada. Dimomen-momen tertentu, viewers-nya juga melonjak.

“Untuk viewers memang masih belum sebanyak televisi lain. Namun, kita tetap semangat. Peningkatan sudah mulai terlihat. Terlebih jika ada iven-iven penting gubernur. Viewers kita pernah sampai 1.000. Itu angka yang lumayan sekali bagi kami. Ada kepuasan tersendiri rasanya mengetahui hal tersebut,” paparnya.

Ke depan, ia bertekad, bagaimana Tv streaming ini bisa dengan mudah diakses masyarakat di mana pun. Termasuk di layar telepon pintar mereka. Untuk itu, dirinya ingin terus berbenah. Perlengkapan liputan terus ditingkatkan. Termasuk kualitas SDM, dalam hal ini reporter yang terus ditingkatkan.

Atas capainnya saat ini, ia mengaku semua tak lepas dari usaha dan kegigihannya belajar. Di kampus, ia fokus pada materi yang disampaikan dosen. Tapi, Nicolas tak puas di situ. Ia selalu mencari sumber-sumber ilmu lain yang bisa menunjang ilmu praktikalnya.
“Ya semua ini tak lepas dari peran Unri. Disana saya belajar banyak tentang dunia jurnalistik. Sehingga, setamatnya dari kampus, saya siap bersaing,” terangnya.

Sebagai salah satu alumni yang sukses di bidangnya, ia berharap nantinya mahasiswa ataupun alumni lain bisa seperti itu. Berdayakan ilmu yang ditekuni di kampus sebaik mungkin. Dan jangan lupa, galilah sumber ilmu lain. Jangan hanya puas dengan apa yang didapat dari kampus saja.

Ia berharap, ke depan jurusan ilmu komunikasi bisa melahirkan reporter hebat dan ahli komunikasi yang berperan memajukan daerah. Untuk itu, ia juga ingin kualitas para dosen terus ditingkatkan. Mengikuti perkembangan zaman saat ini. Nicolas sendiri siap jika pihak kampus nantinya ingin menggandengnya untuk memberikan materi terkait ilmu jurnalistik kepada mahasiswa.