Published On: Fri, Mar 4th, 2016

Sebelum Dieksekusi Mati, Pasangan Gay Ini Rangkul Eksekutornya

yohanes chandra ekajaya

Johanes Chandra Ekajaya

Dua orang pria yang merupakan pasangan gay dihukum mati dengan cara dilempari dengan batu oleh pasukan negara Islam Irak dan Suriah di provinsi Homs, Irak.

Seperti yang dilansir pada laman Johanes Chandra Ekajaya, kedua orang tersebut sempat berpelukan kepada eksekutornya sebagai suatu permohonan maaf. Kemudian salah satu eksekutornya berkata kepada penduduk yang menyaksikan eksekusi tersebut dengan berkata, kalau kedua orang ini telah dimaafkan, namun hukuman tetap dilaksanakan.

Orientasi seksual terdiri dari homoseksual, hateroseksual, biseksual dan panseksual. Disini Gay termasuk dari salah satu orientasi tesebut adalah mengalami penyimpangan jiwa. Berhubung gay itu genetik, gay tidak bisa diubah. Sejarah membuktikan berbagai terapi hormon, setrum, bahkan terapi sadis yang memakai kotoran manusia, GAGAL mengubah orientasi seks. Logikanya, jika gay itu ‘penyakit’ dan bisa ‘sembuh’, maka hari ini kalian bisa dengan mudah menemukan pil anti gay di apotek2 terdekat. Nyatanya tidak begitu kan? Memang ada gay yang ngaku ‘sembuh’. Tapi sesungguhnya, mereka bukan gay sejati melainkan biseks. Itu pun tidak berarti mereka ‘sembuh’ karena sisi gay-nya tetap ada. Kemungkinan lain, gay yang ngaku ‘sembuh’ hanya berbohong untuk menutupi aib. Urusan ranjang, siapa yang tahu?

Jika kamu tidak punya ‘bakat gay’, kamu TIDAK akan bisa berubah gay! Mereka yang ‘tertular’ gay sebenarnya adalah gay juga. Mungkin mereka belum menyadarinya, sehingga ketika mencoba gay seks, mereka langsung menemukan jati dirinya. Atau mungkin juga mereka gay sejak dulu tapi berlagak hetero di depan masyarakat. Ketika ke-gay-annya terbongkar, masyarakat heboh dan mengira si gay adalah korban penularan gay (berhubung si gay nampak hetero).

Menurut riset Johanes chandra ekajaya yang diambil dariRuth Hubbard, seorang pengurus “The Council for Responsible Genetics” yang juga penulis buku “Exploding the Gene Myth” mengatakan:

“Pencarian sebuah gen gay bukan suatu usaha pencarian yang bermanfaat. Saya tidak berpikir ada gen tunggal yang memerintah perilaku manusia yang sangat kompleks. Ada berbagai komponen genetik dalam semua yang kita lakukan, dan adalah suatu kebodohan untuk menyatakan gen-gen tidak terlibat. Tapi saya tidak berpikir gen-gen itu menentukan.”

Perlu diketahui bahwa yang namanya teori buatan manusia bisa berubah-ubah. Berikut teori dari Al-Quran dan As-Sunnah:

1.Jelas menyatakan bahwa Gay, homoseksual, lesbian dan lain-lain (LGBT) adalah PENYAKIT.

Sebagaimana Nabi Luth alaihissalam sangat gencar mendakwahi kaumnya agar tidak melakukan perbuatan yang sangat MENYIMPANG

2.Allah menciptakan manusia berpasangan laki-laki dan wanita, menciptakan mereka berpasangan dari Adam dan Hawa.

Oke, kita kembali lagi ke jalan artikel sebelumnya yang dimana Setelah kejadian memilukan tersebut, empat orang yang menjadi eksekutor mengambil batu dan melemparkannya ke arah kedua pria tersebut hingga mereka tersungkur dan mati berlumuran darah.

Pada saat prosesi tersebut, ISIS menyebarkan foto-fotonya melalui beberapa media sosial. Di dalam foto tersebut, terlihat sebelum berjalannya eksekusi, seorang militas ISIS membacakan kesalahan yang telah dilakukan oleh kedua pria itu di depan umum. Menurut Johanes Chandra Ekajaya ini adalah sesuatu yang sangatlah kejam sekali dan tidak berperi kemanusiaan.

Pada saat eksekusi berlangsung, terlihat juga beberapa penjaga yang dipersenjatai lengkap untuk menjaga proses eksekusi tersebut. Proses eksekusi tersebut memang sengaja dibuka oleh ISIS agar bisa disaksikan oleh setiap orang disana.