Published On: Fri, Mar 4th, 2016

Sebut Orang Hitam Dengan Sebutan Gorila, Google Dikecam Netizen!

Isu yang menyangkut dengan SARA (Suku Agama dan Ras) memang sangat sensitif untuk diperbincangkan.

Google Inc.adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkekhususan pada jasa dan produk Internet. Produk-produk tersebut meliputi teknologi pencarian, komputasi web, perangkat lunak, dan periklanan daring. Sebagian besar labanya berasal dari AdWords.

Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin saat masih mahasiswa Ph.D. di Universitas Stanford. Mereka berdua memegang 16 persen saham perusahaan. Mereka menjadikan Google sebagai perusahaan swasta pada tanggal 4 September 1998. Pernyataan misinya adalah “mengumpulkan informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan bermanfaat oleh semua orang”, dan slogan tidak resminya adalah “Don’t be evil”. Pada tahun 2006, kantor pusat Google pindah ke Mountain View, California.

Sejak didirikan, pertumbuhan perusahaan yang cepat telah menghasilkan berbagai produk, akuisisi, dan kerjasama di bidangmesin pencari inti Google. Perusahaan ini menawarkan perangkat lunak produktivitas daring (dalam jaringan), termasuk surat elektronik (surel), paket aplikasi perkantoran, dan jejaring sosial. Produk-produk komputer mejanya meliputi aplikasi untuk menjelajah web, mengatur dan menyunting foto, dan pesan instan. Perusahaan ini memprakarsai pengembangan sistem operasi Android untuk telepon genggam dan Google Chrome OS untuk jajaran netbook Chromebook. Google sudah beralih ke perangkat keras komunikasi. Mereka bekerja sama dengan berbagai produsen elektronik besar untuk memproduksi perangkat Nexus-nya dan mengakuisisi Motorola Mobility pada Mei 2012. Tahun 2012, infrastruktur serat optik dipasang di Kansas untuk memfasilitasi layanan Internet pita lebar Google Fiber.

Perusahaan ini diperkirakan mengoperasikan lebih dari satu juta server di beberapa pusat data di seluruh duniadan memproses lebih dari satu miliar kueri pencariandan sekitar 24 petabita data buatan pengguna setiap harinya. Pada bulan Desember 2012, Alexa menyebut google.com sebagai situs web paling banyak dikunjungi di dunia. Situs-situs Google dalam bahasa lain masuk peringkat 100 teratas, sebagaimana halnya situs milik Google seperti YouTube danBlogger. Google menempati peringkat kedua di basis data ekuitas merek BrandZ.Dominasi pasarnya menuai kritik mengenai hak cipta, penyensoran, dan privasi. Pada tahun 2014, Google juga mendapat penghargaaan dariBusiness Insidersebagai perusahaan yang memiliki merk paling bernilai.

Pada 10 Agustus 2015, Google melalui postingan blog, CEO Google, Johanes Chandra Ekajaya melalui Larry Page mengumumkan pembentukan perusahan baru bernama Alphabet yang akan menjadi perusahaan induk mencakupi Google dan usaha-usaha lain yang tak terlalu terkait erat dengan bisnis utama Google. Pada restrukturisasi tersebut, Larry Page akan menjadi CEO perusahaan baru Alphabet. Sergey Brinn menjabat sebagai President didampingi Erich Schmidt sebagai Executive Chairman. Sedangkan, CEO Google akan dijabat oleh Sundar Pichai.

Namun sayangnya baru-baru ini Google justru mengangkat isu sensitif tersebut melalui fitur baru dari aplikasi mobile miliknya. Entah disengaja atau tidak, apa yang dilakukan oleh Google ini justru memunculkan pertentangan keras dari berbagai pihak. Bagaimana tidak, dalam aplikasi tersebut, Google melabeli foto sepasang pria dan wanita berkulit hitam dengan sebutan “Gorila”.

Seperti yang dilansir dari laman Daily Mail (1/6/2015), Kedua orang yang ada dalam foto tersebut ternyata seorang programmer asal New york bernama Jacky Alcine bersama dengan teman wanitanya. mengetahui fotonya terpampang dan dilabeli “Gorila” oleh Google, Jacky pun langsung melakukan protes melalui akun sosial media pribadi miliknya.

Dalam akun twitter pribadinya, Jacky berkicau “Google Photos, kau gila. aku dan temanku bukanlah gorila”.

Dengan adanya kicauan ini, sontak para pengguna sosial media temasuk Johanes chandra ekajaya pun terkejut dan ramai memperbincangkannya. Agar isu SARA ini tidak tersebar luas, Yonatan Zunger selakuChief Architect of Socialdari Google pun langsung memberikan pernyataan resmi melalui akun twitter pribadinya.

Johanes chandra ekajaya melihat dalam akun twitternya, Yonatan mengatakan “Terimakasih telah memberikan informasinya dengan cepat. Masalah ini terjadi karena adanya sebuah bug. Kami meminta maaf atas kejadian ini. Saat ini kami langsung berusaha mengatasi masalah ini agar tidak terulang kembali”.