Published On: Fri, Jul 3rd, 2015

Seorang Pejabat Tewas Setelah Berkelahi Karena Berebut Masuk Tol

Seorang pejabat di daerah Kabupaten Bogor tewas setelah terlibat dalam sebuah perkelahian di kolong jembatan ruas tol Lingkuar Luar Bogor.

Saat ini Kepolisian Kota Bogor telah menahan dan menetapkan seorang tersangka dengan inisial OL (37) di Polres Bogor Kota. Seperti yang dilansir pada laman Tempo (Selasa, 30/06/15), perkelahian tersebut terjadi antara OL dan seorang pejabat Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Zuryawan Isvandiart Zoebir. Perkelahian tersebut terjadi karena berawal dari aksi saling serobot pada saat ingin masuk pintu Tol BORR. Pada saat itu OL mengendarai mobil Toyota Innova B-2084SFJ, sedangkan Zuryawan mengendarai Toyota Rush dengan nomor polisi F-1217-G.

Berawal dari penyerobotan pintu masuk tol tersebut, pertikaian kembali berlanjut di dalam jalan tol. Antara OL dan Zuryawan terlibat aksi kejar-kejaran di dalam jalan tol sambil membunyikan klakson secara berulang kali. Hingga akhirnya keduanya sama-sama menghentikan kendaraan mereka di bawah terowongan jembatan, yang berada di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Dari sini, percekcokan adu mulut terjadi ketika keduanya saling turun dari kendaraan. Hingga akhirnya perkelahian pun tak bisa dihindari. Karena perkelahian tidak seimbang, maka Zuryawan terjengkang dan tidak sadarkan diri. Dalam perjalanannya ke rumah sakit, nyawa dari Zuryawan pun sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Meski sudah menetapkan seorang tersangka, saat ini Kepolisian Bogor masih tetap menyelidiki kasus tersebut untuk diolah lebih lanjut. Kepala Satuan Reserse Kriminal, Ajun Komisaris Hendrawan A. Nugraha mengungkapkan bahwa pelaku bisa terkena pasal yang cukup berat, yaitu Pasal 184 KUHP tentang Perkelahian Tanding dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan salah satu pelaku meninggal dunia. Untuk ancamannya sendiri, pelaku bisa dikenakan sanksi hukuman 7 tahun penjara.

Pihak penyidik akan memintai keterangan dari sejumlah saksi dari petugas PJR, penjaga loket tol, istri tersangka, dan juga beberapa pengendara yang melintas pada saat menolong korban. Polisi juga akan meminta keterangan dari keluarga korban, apakah korban memiliki penyakit jantung atau tidak. Meskipun demikian, polisi sendiri telah memiliki bukti kuat yang terdapat pada korban, dimana terdapat luka di bagian jidat dan lebam di bagian dada sebelah kiri.

Selain informasi ini, polisi masih belum memberikan keterangan tambahan. Sebab pihak kepolisian masih menunggu hasil resmi visum dari pihak petugas forensi RSUD Ciawi dengan tujuan untuk memperkuat bukti-bukti dari penyidik. -bms-