Published On: Tue, Feb 28th, 2017

September Bandara Silangit Jadi Bandara Internasional

BERITABENAR-Direncanakan status Bandara Silangit, di Tapanuli Utara (Taput), mulai September 2017 menjadi bandara internasional. Status bandara dinaikkan sebagai penunjang destinasi wisata Danau Toba. Untuk memantapkan rencana itu, dilakukan kembali rapat koordinasi antarlembaga terkait.

Rapat koordinasi digelar Badan Otorita Pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT) bersama Angkasa Pura II Bandara Silangit, Kantor Imigrasi Pematangsiantar, Kantor Bea Cukai Sibolga, Balai Karantina Medan, AirNav Indonesia, Staf Kantor Kepresidenan, Pemprovsu dan Pemkab Tapanuli Utara (Taput). Rapat koordinasi itu membahas persiapan Bandara Silangit menjadi bertaraf internasional, Senin (27/2), di Hotel Sentosa, Kecamatan Muara, Taput.

Bupati Taput Nikson Nababan menyebutkan, pengembangan Bandara Silangit sangat berpeluang besar serta didukung oleh tersedianya lahan yang luas. Diharapkan Taput menjadi pintu masuk ke Danau Toba melalui Bandara Silangit dan Muara.

Pemprovsu yang diwakili staf ahli gubernur bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan Binsar Situmorang menyarankan, agar segera membenahi tata ruang, guna meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di sekitar Bandara Silangit.

Sementara pihak Angkasa Pura II Bandara Silangit, Kantor Imigrasi Pematangsiantar, Kantor Bea Cukai Sibolga, Balai Karantina Medan dan AirNav Indonesia memaparkan apa saja yang harus segera dilakukan/ dibenahi untuk kesiapan Bandara Silangit menjadi bandara internasional.

Kepala Devisi Aksesibilitas dan Infrastruktur BOPKPDT Endang Sinaga mengungkapkan, bahwasanya September 2017, Bandara Silangit sudah menjadi bandara internasional sebagai penunjang destinasi wisata Danau Toba. Untuk memantapkan rencana itu, sehingga dilakukan kembali rapat kondinasi antar lembaga terkait.

Endang Sinaga menjelaskan, tahun ini pihak BOPKPDT sedang mengerjakan master plan untuk pembangunan sarana-prasarana pendukung penunjang destinasi wisata Danau Toba. Tahun 2018, diharapkan pembangunan itu sudah dimulai.

“Berbicara lahan mana saja nantinya yang akan dibangun, saat ini masih proses alih fungsi lahan lewat Kementrian Lingkungan Hidup. Jadi saya belum bisa bicara panjang-lebar soal lahan mana nantinya yang akan dibangun. Namun sementara, sudah ada lahan pemerintah di Kabupaten Tobasa sekitar 600 hektar yang rencananya nanti untuk peruntukan hotel, lapangan golf, spa dan lainnya. Dan lahan pemerintah seluas 453 hektar di Kabupaten Humbang Hasundutan, akan diperuntukan untuk kebun bunga, wisata pertanian dan wisata peternakan,” ujar Endang Sinaga, seraya menyebutkan Tupksi BOPKPDT adalah koordinatif.

Sedangkan Staf Kantor Kepresidenan Riza Damanik menegaskan, pembangunan Bandara Silangit menjadi bandara internasional harus dilakukan dengan cara-cara yang bermartabat.

“Jangan karena pembangunannya ingin cepat, sehingga mengabaikan legalitas. Janganlah pekerjaan itu dilakukan, tetapi dikemudian hari akan menimbulkan berbagai masalah. Baiknya, pekerjaan itu dilakukan tanpa menuai masalah ke depan. Kalau ada hal-hal yang menjadi kendala pembangunan Bandara Silangit, baiknya disampaikan ke Kantor Kepresidenan. Sebab, pembangunan Bandara Silangit sebagai penunjang destinasi wisata Danau Toba, saat ini menjadi salah satu prioritas di Kantor Kepresidenan,” tegas Riza Damanik.

Kepala AP II Bandara Silangit Martinus Hotasi Manalu menyatakan, agar Pemkab Taput segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang tarif angkutan umum dari Bandara Silangit, semisal tujuan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

“Kasihan kita dengan pengguna jasa angkutan umum, karena belum ada tarif yang ditentukan oleh Pemkab Taput. Jadi tarif yang berlaku selama ini, terkesan hanyalah tarif “ecek-ecek”. Sehingga merugikan pihak-pihak, karena tidak adanya ketentuan,” kata Martinus Hotasi Manalu.