Published On: Mon, Feb 15th, 2016

Setelah Digusur PSK Kalijodo Kemana?

yohanes chandra ekajaya

Kalijodo kini menjadi salah satu tempat yang sedang menjadi perbincangan hangat di Ibukota. Kalijodo yang terletak di RT 001, RT 003, RT 004, RT 005 dan RT 006 pada RW 05 Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan itu merupakan pemukiman liar yang dimanfaatkan sebagai tempat prostitusi.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang sedang gencar-gencarnya melakukan penertiban di Kalijodo diharapkan tidak asal-asalan menangani masa depan PSK yang berada di Kalijodo.

Adrianus Meliala selaku Kriminolog Universitas Indonesia melihat ada dalam beberapa kasus yang ditangani pemerintah salah satunya dalam penanganan prostitusi tak digarap dengan cara konsisten. Pemerintah harus lebih serius untuk membina PSK untuk menyelesaikan kasus prostitusi tersebut.

“Pemerintah daerah awalnya serius, tapi lama-lama tidak sesrius karena mereka dianggap terlalu melindungi PSK yang banyak menganggapnya sebagai ‘sampah masyarakat’,” kata Adrianus seperti yang Berita Benar lansir dari Metrotvnews, Senin (15 Februari 2016).

Kini, Pemda merasa terbelenggu dalam menyikapi masalah tempat prostitusi ini. Adrianus menambahkan bahwa pendekatan untuk menangani kasus ini bukan hanya pendekatan keamanan saja, tapi harus ada pendekatan sosial, ekonomi, keagamaan dan kesehatan tak boleh luput.

Adrianus juga menegaskan kepada Pemda DKI, mereka bukan hanya menutup kasus bisnis prostitusi ini tapi tanpa memberikan kehidupan yang layak bagi PSK.

“Lalu, bagaimana nasib PSK yang tidak mempunyai penghasilan lain selain dari prostitusi itu?,”tanyanya.

Adrianus yang merupakan guru besar Kriminologi UI itu juga menambahkan jika PSK itu tidak di bina, kemungkinan besar diantara mereka akan kembali terjun ke dalam jurang bisnis prostitusi. Masalah ini perlu dipikirkan jajaran Pemda DKI serta unsur lainnya d