Published On: Tue, Apr 19th, 2016

Sidang Kasus Kematian Siyono Berjalan Tertutup

densus_1

Terkait misteri kematian terduga teroris Siyono, pada hari ini (19/4/2016) Kepolisian Negara Republik Indonesia siap menggelar sidang etik terhadap sejumlah anggota Densus 88. Dalam proses penangkapan Siyono, diduga kuat tim Densus 88 menyalahi prosedur yang sudah ditetapkan.

Sidang yang digelar hari ini berjalan tertutup. Menurut Majelis Hakim yang menangani perkara ini, sidang dilakukan tertutup agar identitas para Densus 88 tetap terjaga. Sebab, Densus 88 memiliki peran penting dalam membasmi kelompok-kelompok radikal.

Irjen M Iriawan selaku Kadiv Propam Polri juga mengakui jika dua anggota Densus 88 yang membekuk Siyono melanggar prosedur. Menurutnya, saat ini ia sudah memegang fakta jika Siyono tidak diborgol saat penangkapan. Selain itu, anggota Densus 88 yang melakukan operasi penangkapan Siyono hanya dua orang saja.

“Kalau yang lain, komandannya yang mengetahui ya bisa kena sanksi dong. Kenapa anak buahnya nggak diarahkan, atau sudah diarahkan anak buah tidak ikut aturan kan bisa saja. Nah sekarang kita mengarah kesana ke Dansatgaswilnya, saudara tahu ngggak anak buah saudara sedang mengembangkan kasus ini dengan membawa tersangka,” ungkap iriawan seperrti yang dikutip Berita Benar dari laman Detik (199/4/2016).

Kematian Siyono penuh dengan misteri dan kejanggalan. Polri mengaku jika Siyono tewas karena kelelahan saat melawan Densus 88. Namun keterangan tersebut terbantahkan dengan hasil autopsi ulang yang dilakukan oleh Komnas HAM. Hasil autopsi tersebut mengungkap fakta mengejutkan jika Siyono tewas akibat luka-luka berat yang ada disekujur tubuhnya.