Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Siti Tak Terkontaminasi Racun VX

BERITABENAR-Kepala Polisi Selangor, Datuk Seri Abdul Samah Mat, mengatakan Siti Aisyah (warga negara Indonesia) tersangka penyerangan terhadap Kim Jong Nam, tidak terkontaminasi racun VX nerve agent yang dikategorikan senjata kimia mematikan. I lal tersebut dikatakan Samah Mat, Minggu (26/2).

Setelah penyerangan di Bandara Internasoional Kula Lumpur, Siti disebut muntah di dalam taksi.

Ketika ditanya apakah para tersangka telah diberi obat penangkal racun VX, Abdul Samah mengatakan pihaknya berdiskusi dengan pihak rumah sakit untuk menjalankan beberapa tes.
Samah Mat mengatakan petugas di Rumah Sakit Kuala Lumpur diminta bertindak ekstra hati-hati, terutama mereka yang bersentuhan dengan tubuh Kim Jong Nam. Sebelum tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, Jong Nam sempat mendapat pertolongan pertama di klinik bandara. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Putrajaya.

Pada kesempatan sama, Samah Mat enggan menjelaskan hasil operasi pengerebekan terhadap sebuah kondominium di pinggiran Kuala Lumpur, Kamis (23/ 2). Menurut informasi, polisi menyila sejumlah bahan kimia dari tempat itu.

“Kami tidak akan mengumumkan mengenai temuan di tempat itu. Namun bisa saya sebutkan itu terkait erat dengan empat orang tersangka yang melarikan diri dari Malaysia setelah mereka beraksi di bandara,” kata Samah Mat, kemarin.

Menurutnya, empat pria berkewarganegaraan Korea Utara tersebut merupakan penyewa kondominium yang digerebek polisi. Belum diketahui apakah racun VX dibuat di Malaysia atau diselundupkan dari luar negeri.

Mengenai adanya diplomat di Kedubes Korea Utara yang diduga terlibat dengan kasus itu, Samah Mat mengatakan polisi meminta pihak Kedubes Korea Utara mau bekerja sama.
“Kami memberi mereka jangka waktu yang wajar untuk memenuhi panggilan. Namun jika dia tidak muncul, kami akan menggunakan ketentuan hukum lainnya untuk memaksa kehadirannya,” kata Abdul Samah.

Minggu dini hari kemarin, sekelompok orang sibuk memeriksa Bandara Internasional Kuala Lumpur, sekitar pukul 01.45 waktu setempat, orang-orang yang memakai masker peniitup wajah dan kepala dari Badan Pengawas Tenaga Atom (AELB) Malasia, polisi, serta Departemen Penyelamatan dan Pemadan Api, sibuk mencari sisa racun VX Nerve Agent.

Pencarian dilakukan setelah Polis Diraja Malaysia (PDRM) menyatakan Kim Jong Nam, kakak tiri penguasa Korea Utara Kom Jong Un, tewas diracun VX ketika tengah berada di terminal keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (13/2).

Setelah dilakukan penyisiran, bandara tersebut dinyatakan aman dan bebas racun kategori senjata kimia dan pemusnah massal itu. “Operasi bersama antara kepolisian, AELB, serta Departemen Penyelamatan dan Pemadan Api, dimulai pukul 01.45 dan berakhir satu jam kemudian,” ujar Samah Mat.

Petugas yang menyisir Bandara Internasional Kuala Lumpur memastikan tidak ada material berbahaya di bandara tersebut. “Bandara Internasional Kuala Lumpur bebas dari kontaminasi (pencemaran) dan tempat ini dinyatakan aman,” ujar Samah Mat.

Menurutnya, kegiatan itu sengaja dilakukan dini hari agar tidak membuat panik para penumpang dan tidak memicu bunyi alarm. “Mereka yang mengurus dan merawat korban juga menjalani pemeriksaan. Mereka semua dalam kondisi baik,” ujar Abdul Samah Mat. (thestar/feb)