Published On: Mon, Nov 16th, 2015

Sukseskan Mogok Nasional, 500 Buruh Long March Bandung-Jakarta

Bandung, beritabenar.com – Sekitar 500 buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jabar (ABJ) menggelar rapat akbar di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur No. 48 Kota Bandung, sebelum melakukan aksi long march menuju Istana Negara, Jakarta, Senin (16-11-2015).

Roy Jinto Ferianto, Ketua DPD K.SPSI Provinsi Jawa Barat mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam rangka menolak PP No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Hari ini kita lakukan mimbar terbuka di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dimana sekitar 500 buruh yang berasal dari perwakilan serikat pekerja serikat buruh di Jawa Barat akan melakukan long march dengan rute Gn. Batu-Cimindi-Leuwi Gajah-Indutri Batu Jajar-Kota Baru Parahiyangan. Lalu dilanutkan oleh teman-teman buruh ke Purwakarta-Karawang-Bekasi-Jakarta,” jelas Roy.

Ia mengatakan bahwa aksi ini dilakukan untuk menekan pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi agar mencabut PP 78 tentang Pengupahan.

“Ini adalah rangkaian dari agenda-agenda aksi yang telah dilakukan hari-hari sebelumnya, yang aksi puncaknya adalah tanggal 21, 24 sampai 27 November 2015, yaitu melakukan aksi mogok nasional,” ucap Roy.

Harapannya, sambung Roy, sebelum tanggal 21, Presiden Jokowi akan mencabut PP 78 tentang Pengupahan, dan untuk Jawa Barat agar dalam penetapan UMK tanggal 21 November nanti agar tidak menggunakan formula yang ada di dalam PP 78 tersebut.

“Apabila Pemerintah tetap memaksakan besaran UMK mengacu pada PP No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, maka kami akan melakukan aksi mogok nasional pada tanggal 24-27 November 2015, di 200 Kabupaten/Kota, di 23 Propinsi secara serentak,” tegasnya.

Untuk diketahui bersama bahwa aksi long march buruh tersebut merupakan aksi lanjutan dari rangkaian aksi buruh yang diinisiasi oleh Komite Aksi Upah (KAU)-Gerakan Buruh Indonesia (GBI). Peserta aksi yang melakukan long march sampai ke Tugu Proklamasi Jakarta antara lain Garda Metal (FSPMI), Barisan Pelopor (FSPASI), Green Force (KSPI), Brigade (SPSI) dan Latsar (SPN), sedangkan peserta aksi yang lainnya melakukan aksi long march secara estafet.

Adapun tuntutan buruh adalah meminta Pemerintah untuk mencabut PP No 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, menolak formulasi kenaikan upah minimum berdasarkan inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi dan meminta pemerintah untuk menetapkan kenaikan UMP/UMK tahun 2016 sebesar Rp. 500.000, atau naik 25% dan meminta agar diberlakukan upah sektoral di seluruh Provinsi dan daerah dengan nilai di atas UMP/UMK. (ant)