Published On: Wed, Feb 22nd, 2017

SUPER ROBOT TAISEN

BERITABENAR- DUA puluh tahun lalu, teknologi grafis video game sangat terbatas. Tampilan karakter sering kali hanya bisa berupa super deformed (SD) atau sekarang disebut gaya chibi. Memaksakan tampilan tubuh realistis hanya membuat animasinya terlalu kaku dan tak nyaman dipandang. Tapi, dalam keterbatasan tersebut, muncullah kreativitas.

Banpresto, perusahaan pengembang yang sebagian sahamnya dikuasai Bandai, membuat game berjudul SD Battle Oozumou: Heisei Hero Basho. Game yang dirilis untuk mesin Famicom pada 1990 tersebut bergenre fighting, tepatnya adu sumo. Menariknya, karena Bandai memegang lisensi aneka anime dan tokusatsu populer, game itu bisa menghadirkan para karakter dari serial Super Sentai (mecha raksasa), Kamen Rider, Ultraman, dan Gundam. Mau Kamen Rider Black RX adu banting melawan mobile suit Hyaku Shiki milik Char Aznable? Bisa.

Game tersebut sukses melahirkan serial Compati Hero. Genrenya bukan hanya adu sumo, tapi juga berbagai olahraga lain (termasuk bisbol), action, dan RPG. Salah satu seri Compati Hero adalah Super Robot Taisen (Amerika: Super Robot Wars) yang bergenre RPG strategi. Dalam perkembangan selanjutnya, Super Robot Taisen jadi serial mandiri yang bahkan lebih populer ketimbang Compati Hero.

Super Robot Taisen dirancang untuk mesin portabel GameBoy yang bergrafis hitam-putih. Dirilis pada April 1991, visual game tersebut bahkan lebih simpel ketimbang seri-seri Compati Hero terdahulu. Kompensasinya, game itu menyajikan kedalaman pengaturan karakter. Banpresto juga membuatkan sebuah cerita utuh yang kompleks agar para mecha segala zaman bisa diceritakan bertempur bersama.

Selama ini telah dibuat 40 seri utama Super Robot Taisen -ditambah sejumlah seri sampingan dengan genre berbeda-untuk hampir semua mesin home game system dan portabel. Lebih dari seratus judul anime segala zaman pernah berpartisipasi. Banpresto juga membuat para karakter dan mecha orisinal bagi tiap seri yang jumlahnya memadai untuk dibuatkan beberapa seri Super Robot Taisen: Original Generation. Kini setelah Banpresto dileburkan ke dalam perusahaan Namco Bandai, serial Super Robot Taisen tetap jadi salah satu andalan utama mereka.

Saya melihat serial Super Robot Taisen memegang sejumlah peran penting dalam industri video game. Pertama, serial itu mengedukasi masyarakat bahwa kualitas grafis bukanlah segalanya. Ketika suatu game menyuguhkan permainan yang rumit tapi adiktif, grafis yang di bawah rata-rata mudah dimaklumi. Super Robot Taisen berjuang di jalur tersebut bersama serial Fire Emblem dan Makaisenki Disgaea yang sama-sama bergenre RPG strategi.

Kedua, serial Super Robot Taisen menjaga eratnya sinergi antara anime (dan manga) serta video game. Kadang pasar game mengalami kelesuan. Kadang pasar anime yang mengalaminya. Game yang menampilkan ikon anime akan mendorong pemain mencari animenya atau sebaliknya, penggemar anime menjajal game-nya.

Ketiga, serial Super Robot Taisen jadi penghubung antara generasi baru penggemar game dan anime dengan para veteran. Lewat serial tersebut, anak-anak zaman sekarang bisa mengenal mecha klasik seperti Voltes V dan Mazinger Z yang beredar ketika para orang tua mereka masih bocah. Sebaliknya, para veteran juga bisa tahu anime mecha apa saja yang kini populer.

Sejak April 2016, Namco Bandai mengadakan perayaan seperempat abad serial Super Robot Taisen. Perayaan berlangsung setahun penuh, di antaranya lewat rilis seri baru Super Robot Taisen V pada 23 Februari besok. Semoga panjang umur.

Bagi saya, masih ada dua hal yang bikin penasaran. Pertama, kenapa mecha serial Super Sentai belum pernah diikutkan? Padahal, sudah pernah ada yang dari Virtual On (game milik Sega), Tekkaman Blade (jagoan yang bukan mecha), dan Hatsune Miku (suatu virtual idol). Kedua, kenapa piranti Android dan iOS baru kebagian seri-seri sampingan yang inferior jika dibandingkan dengan seri utamanya?