Published On: Wed, Dec 30th, 2015

Sutiyoso Berhasil Jinakan Pemimpin Kelompok Bersenjata Aceh!

Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso akhirnya berhasil melakukan negosiasi dengan Nurdin Ismail alias Din Minimi yang merupakan pemimpin kelompok bersenjata yang paling ditakuti di Aceh. Dari hasil negosiasi tersebut, Din Minimi akhirnya melunak dan menyerahkan diri bersama dengan para anak buahnya.

Saat melakukan negosiasi dengan Sutiyoso, Din Minimi meminta beberapa persyaratan yang harus dituruti oleh pemerintah. Uniknya, salah satu permintaan yang diminta oleh Din Minimi adalah menuntut pemerintah menurunkan langsung KPK ke daerahnya. Selain permintaan tersebut, tentunya sang mantan petinggi GAM tersebut meminta status tidak bersalah kepada pemerintah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Amnesti.

Seperti yang dilansir Berita Benar dari laman Detik (30/12/2015), saat masih bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Din Minimi tercatat pernah melancarkan sejumlah aksi kriminal di berbagai wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan juga Lhokseumawe. Bahkan ia juga pernah terlibat dengan kasus pembunuhan dua intel Kodim 0103 Aceh Utara yakni Sertu Indra dan Serda Hendri.

Namun menurut Sutiyoso, Di Minimi melakukan pemberontakan bukan demi memisahkan Aceh dari Indonesia. Ia dan kelompoknya memberontak karena kecewa dengan kepimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang saat ini memimpin Aceh.

Saat menyerahkan diri, Din Minimi bersama kelompoknya langsung menyerahkan berbagai senjata mulai dari 13 buah AK 47, satu buah SS1, FNC dan juga pelontar granat beserta amunisi-amunisinya.