Published On: Tue, Feb 28th, 2017

Tak Solid, KONI Reshuffle Pengurus

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi berencana melakukan reshuffle pengurusnya dalam waktu dekat. Adanya misskoordinasi di internal induk cabang olahraga itu disebut-sebut sebagai salah satu alasan rencana reshuffle ini sampai muncul ke permukaan.

Hal itu disampaikan Ketua Harian KONI Banyuwangi, Pelni Rom-pies, saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi, Minggu (26/2). Dia mengatakan, rencana reshuffle ini bertujuan menyehatkan kondisi internal KONI yang menurutnya mulai tidak kondusif. Di mana kondisi itu tampak dengan munculnya faksi-faksi di internal KONI yang menimbulkan terjadinya keddaksolidan di tubuh KONI.

Masalah yang paling kentara, menurut Ketua Pertina Banyuwangi itu, adalah terkait pembagian dana pembinaan untuk cabor. Dimana karena tidak ada koordinasi, pembagian itu menimbulkan ketidakpuasan dari berbagai pihak. Bahkan, dirinya sebagai ketua harian merasa tidak dilibatkan dalam proses pembagian. “Sejak awal ploting anggaran tidak pernah melibatkan ketua harian dan bidang-bidang lainnya. Hanya sekretaris dan bidang anggaran saja yang tahu. Ini yang menjadi awal mula ketidaksesuaian di dalam organisasi,” terang Pelni.

Ditambahkan lagi, belum genap setahun kepengurusan, bendahara KONI Heru Pratistia mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya. Dimana, hal itu menjadi salah satu koreksi yang membuatnya berfikir bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai di dalam tubuh KONI. Sehingga membuat salah seorang anggota merasa tidak nyaman dan memilih keluar.

Meski belum mengetahui kapan tanggal tepatnya reshuffle dilakukan, namun Pelni mengatakan kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat Terlebih, hal ini sudah disetujui oleh Ketua Umum KONI, MichaelEdyHariyanto. “Tanggalnya kita tunggu ketua. Karena kebetulan beliau masih di luar kota. Kita harap nanti terjadi pergantian yang tepat supaya bisa lebih solid lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya Wake-tum III KONI, Budi Wijayanto membenarkan rencana reshuffle pengurus KONI. Hal ini dikarenakan ada pertimbangan terkait ketidaksinkronan antara beberapa pengurus yang ada di dalam KONI. “Kalau tidak akhir bulan ini (Februari) mungkin awal bulan depan,” ujarnya, (fre/als)