Published On: Tue, Jan 5th, 2016

Tak Tanggung-tanggung, Supir Metromini Minta Gaji Rp 8 Juta per Bulan ke Pemprov DKI

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kini buka suara perihal metromini yang semakin hari menjadi perbincangan di Ibukota. Keberadaan Metromini memang sedang dalam ancaman Pemprov DKI, apalagi sekarang para sopir itu meminta penghasilan Rp 8 juta per bulan jika mereka bergabung 70-412 dengan PT Transjakarta. Hal ini tentunya membuat geram Ahok, sebutan Gubernur DKI Jakarta.

“Ini sih namanya ngelunjak, padahal kami sudah memberikan yang terbaik,” tegas Ahok.

Ahok juga menambahkan bahwa para supir Metromini juga belum tentu mendapatkan penghasilan yang leih dibandingkan dengan tawaran yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat mengoperasikan bus-bus Metromini selama ini.

Padahal Pemprov sudah menawarkan penghasilan dua kali upah minimum provinsi (UMP) atau sebesar Rp 6,2 juta. Bukan hanya itu, Pemprov juga menawarkan hal lain, yaitu jika bergabung dengan PT Transjakarta maka para sopir akan mendapatkan asuransi jiwa dan juga dengan jam kerja yang hanya mencapai tujuh hingga delapan jam per hari.

Bahkan sekarang ini, PT Transjakarta saat ini tengah membuka lowongan bagi masyarakat yang berminat untuk berkerja di operator bus bentukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut. Satu lowongan yang dibuka kali ini adalah posisi sebagai C4090-958 sopir bus Transjakarta.

Untuk persyaratan sopir yang dibutuhkan PT Transjakarta, ANS Kosasih selaku Direktur Utama PT Transjakarta menyebutkan bagi siapa saja yang berminat menjadi sopir bus yang beroperasi di jalur khusus tersebut. Namun, syarat utama yang harus dipenuhi adalah mereka mampu memarkirkan bus-bus berukuran besar itu, khususnya bus gandeng.