Published On: Thu, Apr 14th, 2016

Takut Kepada Polda, Ahok Gagalkan Penghapusan 3 in 1

375357_sosialisasi-penghapusan-program-3-in-1-di-jakarta_663_382

Ahok sapaan khas untuk gubernur DKI Jakarta tampaknya semakin ramai jadi perbincangan, mulai dari Kalijodo, Pasar Ikan, hingga penghapusan 3 in 1. Basuki Tjahaja Purnama menjadi gubernur yang namanya tak kalah tenar dari artis di Ibukota.

Pasalnya, pada bulan lalu sudah Ahok telah menghapuskan 3 in 1, tapi kini dirinya berkata lain. Ahok mengatakan bahwa aturan jumlah penumpang di kendaraan roda empat atau yang sering dikenal dengan sistem ‘three in one’ (3 in 1) yang selama ini diberlakukan di sejumlah jalan protokol di Jakarta, tidak akan dihapuskan tanpa adanya izin dari pihak Kepolisian.

Hal itu tentunya menjadi tanya tanya di kalangan masyarakat, yang sebelumnya Ahok menyatakan 3 in 1 dihapuskan. Mengenai hal itu Ahok mempunyai alasannya tersendiri, dia mengatakan walau itu merupakan kebijakan dari Pemerintah, tapi tetap wewenang ada di tangan penegak aturan itu yakni Polisi.

“Kalau Polda enggak dukung, saya enggak berani,” ujar Ahok, sapaan akrab Basuki di Balai Kota DKI, seperri yang dikutip Berita Benar dari Viva, Kamis (14 April 2016).

Ahok menjelaskan bahwa peraturan berlalu-lintas di kota-kota lain ada ditangan petugas Pemerintah, hal itu jelas berbeda dengan di Indonesia yang memberikan wewenang pebuh kepada Kepolisian seperti yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Makanya (keputusan penghapusan) harus diserahkan ke polisi. Kalau polisi ngotot enggak mau, ya kita enggak berani lawan,” ujar Ahok.