Published On: Thu, Mar 17th, 2016

Telat Bayar BPJS, Kena Denda Maksimal Rp 30 Juta

yohanes chandra ekajaya

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau yang lebih dikenal dengan sebutan BPJS, kini menerapkan peraturan yang tertulis pada Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan dalam layanan, termasuk pula penyesuaian iuran untuk peserta BPJS Kesehatan.

Peraturan Presiden itu menyebutkan aturan mengenai denda pembayaran iuran jika dibayar melewati batas waktu yang telah ditentukan. Irfan Humaidi selaku Kepala Humas BPJS Kesehatan menjelaskan, peraturan mengenai denda pembayaran iuran tersebut tertuang dalam Pasal 17 perpres itu.

“Denda perihal keterlambatan pembayaran iuran BJS ini sudah tertulis pada Pasal 17 Perpres,” ungkap Irfan.

Perpres itu menjelaskan barang siapa yang telah mempunyai kartu BPJS dan dia terlambat membayar jaminan kesehatan lebih dari satu bulan sejak tanggal 10, maka penjaminan peserta diberhentikan sementara. Lalu, setelah status kepersertaan BJS sudah aktif dalam waktu 45 hari, maka peserta wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap yang diperoleh.

Denda yang harus dibayarkan itu 2,5 persen dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan tertunggak. Batas maksimal keterlambatan membayar yaitu 12 bulan, dan untuk dendanya itu sendiri maksimal paling tinggi sebesar Rp 30 juta.

Ketentuan denda itu tidak berlaku bagi masyarakat yang tidak mampu, tapi itu juga harus dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang. Untuk pemberlakuan ketentuan pemberhentian sementara jaminan peserta dan pengenaan denda tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2016 mendatang.