Published On: Tue, Feb 28th, 2017

Terasing di Negeri Sendiri

Entah ini kebodohan atau ketidak berdayaan. Kekayaan alam yang seharusnya dinikmati sebagai warga negara Indonesia, hanya dinikmati segelintir orang yang sebagian besar adalah pihak asing. Mahasiswi Jurusan Teknik Perlambangan Anggota LDK LDM UMI Bagaimana tidak, contoh kecil di bumi Papua. Kekayaan tambang emas 90 persennya dinikmati PT Freeport yang sudah lebih 40 tahun menguasai tambang ini. PT Freeport lndonesia merupakan perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya milik Freeport Mc Moran Copper & Goldlnc. Perusahaan ini merupakan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di Papua di dua tempat yaitu tambang Erstberg dari 1967, dan tambang Grasberg pada 1988 tepatnya di kawasan Tembaga Puri, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Kita mungkin sudah tak asing lagi dengan kabar yang mengagetkan publik baru-baru ini, mengenai PT Freeport yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerjanya. Langkah ini dilakukan sebagai dampak dari anjloknya harga saham Freeport-McMoran, Induk Usaha PT Freeport Indonesia akibat menurunnnya produksi tambang Grasberg. Hal ini terjadi semenjak UU No.4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara (Minerba) disahkan. Didalam UU tersebut dijelaskan bahwa pemegang KK diwajibkan melakukan pemurnian mineral dalam waktu 5 tahun sejak UU diterbitkan (2009). Artinya, Freeport sebagai pemegang KK tidak boleh mengekspor tembaga dalam bentuk konsentrat, tetapi hanya boleh mengekspor produk yang telah dimurnikan.