Published On: Fri, May 13th, 2016

Terbukti Bersalah Atas Kasus Siyono, Dua Anggota Densus 88 Terkena Sanksi Pemindahtugasan

Densus-88

Setelah melewati proses hukum yang cukup panjang, akhirnya dua anggota Densus 88 yang terlibat atas kasus kematian Siyono dijatuhi hukuman berupa sanksi pemindahtugasan dari jabatan lama ke tempat berbeda. Selain itu, kedua anggota Densus 88 tersebut juga diwajibkan untuk meminta maaf baik secara lisan maupun tertulis.

Informasi terkait sanksi tersebut disampaikan langsung oleh Komisaris Besar Polisi Drs Suharsono SH, M.Hum selaku Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri. Menurutnya, ada dua sanksi yang dijatuhkan kepada kedua anggota Densus 88 tersebut yakni sanksi kode etik dan sanksi administrasi.

“Untuk sanksi kode etik: 1) Perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela; dan 2) Kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di hadapan sidang, itu sudah dilaksanakan, dan juga secara tertulis kepada pimpinan Polri, akan dilaksanakan,” ungkap Suharsono seperti yang dikutip Berita Benar dari Divisi Humas Polri (13/5/2016).

Sedangkan untuk sanksi administrasi, kedua anggota Densus 88 yang dinyatakan bersalah tersebut akan dipindah tugaskan yang sifatnya demosi.

Misteri kematian sang terduga teroris Siyono sendiri cukup panjang. Sebelumnya Polri menyatakan jika Siyono tewas karena kelelahan saat melawan petugas. Namun fakta yang diungkapkan Polri terbantahkan oleh hasil autopsi ulang yang dilakukan Komnas HAM dan juga Muhammadiyah. Dari hasil autopsi tersebut terungkap fakta jika kematian Siyono disebabkan luka dalam yang begitu parah di bagian dada.