Published On: Wed, Dec 2nd, 2015

Terungkap Fakta Misteri Jatuhnya Air Asia QZ8501!

Kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang membawa 162 orang itu kini sudah dirilis hasil investigasinya oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kecelakaan yang terjadi di perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah 28 Desember 2014 itupun menjadi sorotan semua kalangan di Indonesia.

Seperti yang Berita Benar himpun dari hasil investigasi Flight Data Recorder (FDR),Kapten Nurcahyo Utomo selaku Kepala Sub Kecelakaan Udara KNKT mengungkapkan bahwa ada sejumlah faktor yang berkontribusi pada kecelakaan pesawat tujuan Surabaya-Singapura tersebut.

Penyebab pertama yaitu retakan solder pada electronic module di RTLU menyebabkan masalah yang bekelanjutan dan berulang.

Selanjutnya yang kedua yakni pada sistem perawatan pesawat dan analisa di perusahaan yang belum optimal yang akhirnya mengakibatkan masalah yang tidak terselesaikannya. Masalah itu berulang sebanyak 4 kali dalam penerbangan.

Ketiga, awak pesawat melaksanakan prosedur sesuai ECAM pada 3 gangguan awal. Tapi sayangnya, setelah gangguan keempat, FDR mencatat indikasi yang berbeda. Indikasi ini serupa dengan kondisi dimana CB direset sehingga berakibat terjadinya pemutusan arus listrik pada FAC.

Keempat, terputusnya arus listrik FAC menyebabkan auto-pilot disengage, flight control logic berubah dari normal law ke alternate law, dan rudder bergerak 2 derajat ke kiri. Kondisi ini mengakibatkan pesawat berguling mencapai sudut 54 derajat.

Dan Penyebab terkahir yaitu pengendalian pesawat selanjutnya secara manual pada alternate law telah menempatkan pesawat dalam kondisi ‘upset’ dan ‘stall’ secara berkepanjangan sehingga berada di luar batas-batas penerbangan yang dapat dikendalikan awak pesawat.

“Pesawat yang jatuh dari di perairan Selat Karimata itu pada ketinggian 38.000 kaki, setelah naik dari ketinggian yang sebelumnya 32.000 kaki,” ungkap Nurcahyo.

Mekanisme investigasi itu sendiri dibantu langsung dari ATSSB (Australia), BEA (Perancis), AAIB (Singapura), dan MOT (Malaysia) yang bertindak sebagai accredited representatives.