Published On: Thu, Mar 2nd, 2017

Tiongkok Sudah Lebih Dulu

BERITABENAR-BANYAK orang bertanya saat Hutama Karya (HK) untuk pertamakalmya menggunakan Vacum Consolidation Method (VCM) di Indonesia. Teknologi ini diterapkan pada pembangunan Tol Palembang indra-laya (Palindra) yang memiliki karakteristik lahan banyak air.

Teknologi ini sebenarnya pertamakah ditemukan Gilman, warga Swedia tahun 1952. Pada awalnya orang tidak mau memakainya dengan alasan ribet. Sebab setiap satu zona setidaknya harus menanam 30 ribu titik vertikal drain. Belum lagi menutup dengan geomembran yang tidak boleh bocor selama 3-4 bulan.

“Ini menunggu harus ekstra, harus sabar dan te laten,” kata Hasan Turcahto. Kepala Proyek Tol Palindra.

Adalah Tiongkok yang rajin menggunakan teknologi ini. Mereka sudah memulainya sejak tahun 1960 sampai 1970an. Mereka baru berhasil sempurna pada tahun 1980. sekarang beribu-ribu jalan di negara tirai bambu menggunakan teknologi ini.

Teknologi VCM adalah metode pelaksanaan dengan memperbaiki tanah lunak di bawah jalan, metode ini mempercepat konsolidasi.

Cara yang dilakukan dimulai dengan membuat tekanan negatif di tanah lunak. Upayanya dengan menanam vertikal dram. Untuk satu zona dibutuhkan 30.000 vertikal dram. selanjutnya ditutup dengan geomembran.

Selanjutnya difungsikan pompa atmosfer dengan tekanan 80 kilo pascal selama 100 hari, pompa dipasang disepanjang jalan dan dihidupkan selama 100 hari.

“Sebelum proses vacuum. tiap 500 meter dilakukan penyelidikan tanah untuk mengetahui berapa dalam tanah lunaknya. Di Palindra bervariasi, ada 15-18 meter.” tambah Hasan.

Apabila tanah lunak lebih dangkal maka proses pelaksanaan vakum bisa lebih cepat. Setelah proses vakum. dalam waktu tiga bulan penurunan tanah sudah bisa maksimum. Biasanya 10 persen dari tanah lunak.

‘Artinya bila menanam vertikal drain 18 meter berarti turunnya 1.8 meter. Biasanya kalau pakai penimbunan biasa penurunan sebesar itu dibutuhkan waktu 10-20 tahun. Ini dicapai dalam waktu tiga bulan.” ujar Hasan.

Keistimewaan lainnya, setelah vakum, lokasi sudah bisa ditimbun setelah selama tiga minggu dipompa. Kalau konsolidasi maksimum dicapai maka timbunan permanen bisa diselesaikan segera.

Hasan menjelaskan, pembangunan Tol Palindra seksi satu telah mencapai 77 persen, seksi tiga 39 persen, dan seksi dua 1.8 persen.

Targetnya, seksi satu selesai April, seksi tiga selesai Mei dan seksi dua pada Agustus. Jalan baru bisa difungsikan dua bulan kemudian. karena perlu evaluasi dari tim laik fungsi. (wan)