Published On: Tue, May 17th, 2016

Tolak Bayar Uang Makan Untuk Pengawas, Siswa Dilarang Mengikuti UN

070512_RMN-BISNIS-01-UN-SD

Ujian Nasional kini sedang berlangsung serempak dilakukan serempak di seluruh Indonesia khusus untuk anak didik yang duduk di bangku Sekolah Dasar menuai protes dari orang tua siswa. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 078495 Simpang Tiga Meafu, Desa Meafu, Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, diramaikan dengan aksi protes orang tua yang mengaku dimintai pungutan sebesar Rp 250.000 untuk mengikuti UN.

Sebanyak 13 peserta Ujian Nasional dimintai pungutan uang untuk mengikuti UN tingkat Sekolah Dasar. Asnidar Gea yang merupakan salah satu orang tua siswa pada saat rapat pertemuan orangtua dan kepala sekolah mengatakan semua peserta yang mengikuti UN dikenakan biaya sebesar Rp 250.000. Biaya itu wajib dibayar sebagai salah satu syarat dalam mengikuti UN yang akan berlangsung selaama 3 hari yakni dari tanggal 16 hingga 18 Mei 2016.

Asnidar menambahkan, pihak sekolah mengancam bagi orang tua siswa yang tidak mau mengeluarkan biaya tersebut, maka siswa didik tidak diperbolehkan mengikuti UN.

“Saat rapat diminta uang itu oleh kepala sekolah, namun kami orangtua siswa menolak. Tapi kata kepala sekolah kalau tidak membayar maka kartu ujian tidak diberikan dan anak kami tidak ikut ujian,” beber Asnidar, seperti Berita Benar kutip dari laman Kompas, Selasa (17 Mei 2016).

Asnidar menduga uang tersebut nantinya akan dipakai sebagai uang makan dan minum para pengawas saat UN berlangsung. Sejak dimintai dana, sebagian orangtua sudah membayarkannya demi keberlangsungan ujian anaknya.

“Saya sempat terpaksa menyerahkan seratus ribu rupiah, namun saya tidak mendapatkan kartu ujian, pihak sekolah bilang harus lunas dulu,” katanya kesal.

Terkait kasus tersebut, Talibudi Zalukhu selaku Kepala SDN 078495 Simpang Tiga Meafu membantah adanya pungutan dana untuk UN di sekolahnya tersebut. Bahkan, dia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta orangtua siswa untuk mengeluarkan uang.

“Tidak, tidak, tidak ada saya minta uang. Mungkin itu yang minta panitia penyelenggara, tanya sama panitia,” kata Talibudi dengan penuh emosi di ruangannya, Senin (16/5/2016).

“Saya sudah bilang sama orangtua siswa bahwa kartu ujian itu tertahan karena baru selesai hari ini, dan saya tidak pernah mengutip uang,” tandas dia.