Published On: Fri, Apr 8th, 2016

Usut Kematian Siyono, 7 Anggota Densus 88 Diperiksa Propam Mabes Polri

detachment_88_unit

Untuk membongkar misteri kematian sang terduga teroris Siyono, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dari Mabes Polri melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tujuh orang anggota Densus 88. Dua orang dari anggota tersebut merupakan pengawal sekaligus supir saat Siyono hendak dimintai keterangan untuk menunjukan gudang senjata.

Irjen M Iriawan selaku kadiv Propam Mabes Polri membenarkan jika pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota Densus 88. Selain tujuh orang tersebut, Kapolres dan Kapolsek setempat juga ikut diperiksa.

“Sudah banyak anggota yang saya periksa terkait kasus Siyono. Khusus anggota Densus 88 ada 7 orang, dua diantaranya yang mengawal dan sopir saat peristiwa itu,” ungkap irjen M Iriawan seperti yang dikutip Berita Benar dari laman Tribunnews (8/4/2016).

Senada dengan Kapolri Jendral Badrodin Haiti, Iriawan juga mengatakan jika Densus 88 sudah melanggar SOP pengawalan. Saat dibekuk, Siyono sama sekali tidak diborogol sesuai dengan prosedur standar penangkapan.

Polri sendiri mengaku jika Siyono tewas karena mengalami kelelahan karena melawan dan juga berkelahi dengan anggota Densus 88 saat perjalanan. Namun pernyataan Polri ini masih diragukan oleh berbagai pihak sehingga pada hari Minggu (3/4/2016) kemarin jenazah Siyono di autopsi oleh tim dokter Muhammadiyah bersama satu tim dokter forensik dari Polri.

Saat autopsi tersebut dilaksanakan, Komnas HAM mengaku menemui berbagai kejanggalan pada mayat korban seperti bberbagai luka bekas benda tumpul di beberapa bagian tubuh Siyono. Nantinya data yang dimiliki oleh Komnas HAM tersebut akan disinkronisasikan dengan hasil penyelidikan yang dilaksanakan oleh Polri.