Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Volume Tinggi, Kualitas Rendah

BERITABENAR-Komisi III DPRD melontarkan kritik kepada pembangunan di Bondowoso selama ini. Utamanya dalam hal pembangunan sarana jalan. Selama ini pembangunan di Bondowoso dinilai hanya besar di volume, namun sangat redah kualitasnya. Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Syamsul Hadi mengatakan, selama tingkat keberhasilan pembangunan di Bondowoso masih pada taraf volume, belum pada taraf kualitas.

Sebab dari sisi volumenya banyak yang dibangun, namun kualitasnya rendah. “Bangunannya banyak, namun rusaknya cepat,” ujarnya saat pertemuan dengan Dinas PUPR beberapa waktu lalu.

Sebab memang pantauannya, masih banyak pembangunan yang sudah selesai namun empat bulan sudah rusak. Sementara anggaran yang dikucurkan selama ini cukup besar, namun presentase peningkatan pembangunan selama ini rendah. Sebab cepat rusak. “Pembangunan itu seharusnya di samping volumenya dicapai, kualitasnya harus dicapai, semoga kepala Dinas PUPR yang baru bisa melakukan hal itu,” tegasnya.

Syamsul menambahkan, selama ini ketika ada jalan rusak, banyak keluhan yang masuk ke DPRD sehingga DPRD kena imbasnya. Sebab kata-kata yang keluar adalah bagaimana komisi di DPRD, sehingga ada jalan yang cepat rusak. Karena itu, pihaknya tahun ini akan memantau ke berbagai sektor pembangunan di Bondowoso.

Pihaknya berharap, kepala dinas selaku second line bupati bisa mengemban amanah. Di-mana harus membuat inovasi untuk melakukan pembangunan.
Sementara Kepala Dinas PUPR Bondowoso Kama Suswandi mengatakan, memang pihaknya menyadari jika selama ini banyak keluhan. Dan memang ada banyak jalan yang kondisinya cepat rusak. Karena itulah, pada tahun ini pihaknya membuat tagline pembangunan lalan Wali. Yakni lalan yang berwawasan lingkungan. Dimana pembangunan jalan agar tidak cepat rusak pertama adalah membenahi kualitas pelaksana dan kedua harus memakai drainase di pinggir bahu jalan. “Agar jalan tidak cepat rusak, sebab ada pembuangan air,” ujarnya.

Untuk menentukan pembangunan, beberapa waktu ini pihaknya melakukan uji coba. Uji coba itu diperuntukkan bagi penyedia aspal. Dia menerapkan trial pengerasan jalan yang harus dikerjakan oleh pengusaha. “Ada empat ratus meter pada satu titik, trial itu untuk menguji kelayakan dan kualitas aspal, dan kami akan menggunakan pengusaha yang benar-benar berkualitas,” ujarnya.

Perlu diketahui, dalam trial itu ada tiga titik. Yakni di Jambesari DS, di depan Polres Bondowoso, dan di Cermee. Ajang itu untuk mengkaji perusahaan, sehingga rekanan bisa mencapai tingkat kualitas yang diinginkan ber-sama-sama. Selain itu juga menjadi ajang pembelajaran dinas PUPR tentang ketebalannya yang standar. “Misalnya yang diinginkan empat centimeter, namun gelarannya harus berapa sentimeter dan dengan passingyang dicoba mulai 14, 16 atau 18, sehingga setelah di-passing akan ketemu ketebalan yang diinginkan,” pungkasnya.

(hud/wah)