Published On: Wed, Sep 28th, 2016

Warga Pademangan Keluhkan Fasilitas dan Antrean Pembuatan KTP Elektronik

Johanes Chandra Ekajaya

Memasuki akhir September, warga Indonesia khususnya Jakarta berbondong-bondong untuk mengurus pembuatan KTP Elektronik (E-KTP). Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sendiri membatasi waktu pengurusan E-KTP hanya sampai tanggal 30 September saja. Kemendagri dengan tegas menyatakan akan memberikan sanksi administrasi bila ada warga Indonesia yang belum mengurus E-KTP. Bahkan, bagi warga yang tidak memiliki E-KTP dipastikan tidak bisa menikmati berbagai layanan publik seperti salah satunya adalah BPJS.

Mengingat sanksi yang begitu berat, warga pun langsung menyerbu kelurahan-kelurahan setempat untuk mengurus pembuatan KTP Elektronik. Namun sayangnya, beberapa kelurahan tersebut tidak menyediakan fasilitas memadai bahkan bisa dibilang tak mampu menampung warga yang ingin mengurus KTP Elektronik. Selain itu, warga juga mengeluhkan proses dan panjangnya antrian kepengurusan KTP Elektronik yang tentunya cukup memakan waktu. Permasalahan tersebut terjadi di kelurahan Pademangan Barat yang terletak di Jalan Budimulya Raya, Jakarta Utara.

Kepada Berita Benar, salah satu warga setempat mengeluhkan lamanya proses pembuatan KTP Elektronik. Bukan hanya itu saja, berdasarkan pantauan Berita Benar pada hari ini (28/9/2016), di kelurahan tersebut masih banyak fasilitas-fasilitas yang kurang memadai. Bahkan, bisa dibilang ruang tunggu di kelurahan tersebut tidak mampu menampung membludaknya warga yang ingin mengurus E-KTP.

“Saya sudah dari pagi mengurus E-KTP. Tapi ini ga selesai-selesai juga. Ruang tunggunya juga pengap dan tidak nyaman,” ungkap warga setempat.

Mengingat membludaknya antusiasme warga akan pembuatan E-KTP, seharusnya instansi-instansi terkait seperti Kelurahan bisa mempersiapkan diri mulai dari fasilitas, birokrasi, sistem, dan lain-lain agar hal seperti ini tidak terjadi.