Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Warga Resah Keberadaan WNA

BERITABENAR-Ratusan warga Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku resah dengan maraknya keberadaan Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari berebagai negara di lingkungan mereka. Warga menduga maraknya WNA karena lemahnya pengawasan dua instansi.

Yakni, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel dan Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang. Apalagi, selama diJaporkan maraknya keberadaan pengungsi tersebut pendataan terhadap WNA itu tidak pemah dilakukan sama sekali.

Ketua RW017, Kelurahan Pisangan, Abdul mengatakan, kelemahan terhadap pengawasan WNA dilingkungannya itu disebabkan respon dari Tim Pengawas Orang Asing (Tim PORA) dari dua instansi itu tidak pemah dilakukan Disdukcapil Tangsel dan Kantor Imigrasi Kota Tangerang.

Dimana, selama dua bulan dilaporkan warga adanya keberadaan penggungsi dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) itu tidak pemah ditindaklanjuti. Sehingga dengan mudah WNA itu pun dapat dengan tenang menyewa rumah di Gang Jambu, RT 02, 03 dan 05 yang semuanya masuk RW 017, Kelurahan Pisangan.

“Tidak ada sama sekali yang menanggapi laporan warga kami ini, mau itu Disdukcapil TangseldanlmigrasiKotaTangerang. Memang keberadaraan WNA dikampung ini karena kedua instansi ini lemah dalam pengawasan. Sekarang ada sekitar 30 pengungsi yang tinggal disini. Warga pun sering dibuat resah dengan ulah merka yang mabuk dan buat onat” katanya kepada INDOPOS, saat ditemui di Gang Jambu, Jumat (24/2).

Dijelaskan Abdul, ada sekitar 30 WNA asal Timur Tengah yang mendiami tempat tinggal warga di Kelurahan Pisangan. Dari pendataan pengurus RW 017 para WNA yang mengungsi itu berasal dari Yaman, Irak, Iran, Somalia dan Negara Timur Tengah lain. Keberadaan WNA kulit hitam tersebut pun sudah lebih dua bulan tinggal dilokasi tesebut.

Bahkan, puluhan WNA tersebut pun tidak diketahui bekerja apa.

“Tidak tahu mereka dapat uang dari mana untuk’menyewa kontrakan di kampung kami.

Memang kebanyakan warga kulit hitam yang mayoritas laki-laki. Sampai sekarang kami tidak tahu apa pekerjaan mereka,” paparnya. Abdul mengaku, jika lingkungannya itu pemah dijadikan tempat penampungan imigran perang asal Timur Tengah oleh UNHCR Namun, sejak lima t&hun, lalu, bangunan tempat pengungsian warga korban perang telah dibongkar karena lahannya bermasalah. Sehingga sejak saat itu WNA keberadaan orang .asing pun tidak terlihat lagi. Namun, belakangan ini justru WNA asal Timur Tengah ini pun berdatangan dan tidak pemah dialakukan control oleh kedua instansi tersebut.

“Kalau ada pengawasan pasti tidak akan seperti ini akar permasalahannya. Jadi kami minta ini cepat ditindaklanjuti oleh Disdukcapil dan Kantor Imigrasi. Jangan sampai nanti keberadaan mereka membuat pengaruh negatif kepada warga sekitar,” ucapnya.

Menyikapi itu, Kabid Kependudukan, Disdukcapil Tangsel, Heru Sudarmanto menuturkan, keberadaan puluhan imigran asal Timur Tengah di Kelurahan Pisangan merupakan imigran gelap alias ilegal. Alasannya, selama ini UNHCR pun tidak pernah memberikan data resmi atau melapor adanya pengungsi dari Timur Tengah yang masuk ke Tangsel kepada Disdukcapil.

Sehingga pihaknya pun tidak mengetahui adanya WNA di wilayah tersebut “Para imigran belum terdata resmi di database Disdukcapil Tangsel. Belum pemah dapat data, karena selama ini UNHCR belum pemah memberikan biodata setiap imigran yang ada di Tangsel,” tuturnya.

Disinggung mengenai lemahnya pengawasan WNA, Hem mengklaim, jika hal itu telah dikerjakan pihaknya selama ini. Salah satunya pada 2016, lalu, Disdukcapil Tangsel sempat membahas masalah imigran legal dan illegal bersama UNHCR.

Dan karena masalah ini pula pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas n Tangerang agar cepat mendeportasi WNA asal Timur Tengah di Keluarahan Pisangan tersebut “Kami secepatnya koordinasi dengan pihak terkait jika dibiarkan keberadaan para imigran ini akan menimbulkan masalah sosial dankonflikhorizontal. Akan dibahas bersama Kantor Imigrasi Kelas II Tangerangdan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Tangsel,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Tangerang, MT Satiawan menyatakan, akan segera menerjukan Tim PORA untuk mendata imigran asal Timur Tepgah tersebut. Apalagi, pihaknya baru mengetahui adanya keberadaan penggungsi tersebut yang mendiami wilayah Tangsel. Bahkan, saat ini kata dia, Imgirasi Kelas I telah menghubungi UNHC di Indonesia untuk meminta data WNA yang diperbolehkan menggungsi di wilayah tersebut.

Dan jika dalam data iui para WNA tidak terdata pihaknya akan segera memulangkan mereka secara paksa.

“Bukan kami lemah dalam pengawasan, tetapi karena dua wilayah yang harus kami pantau makanya belum semua terjamah. Hari ini sudah kami kirimkan surat ke perwakilan UNHCR untuk meminta data jumlah WNA yang boleh masuk atau tidak ke wilayah Tangerang,” pungkasnya. (cok)