Published On: Fri, Nov 25th, 2016

Yohanes Chandra Eka Jaya Menaklukkan Gunung Batok (Part 1)

Yohanes Chandra Eka Jaya Menaklukkan Gunung Batok (Part 1)Yohanes Chandra Eka Jaya mengatakan bahwa ada sebuah gunung yang lereng-lerengnya sangat terjal. Gunung itu bernama Gunung Batok. Posisi dari gunung Batok berada di sebelah selatan gunung Bromo dan Semeru.

 

Bersama seorang pemandu, Yohanes Chandra Eka Jaya mengendarai sebuah jeep melewati pertigaan desa Jemplang. Setelah itu kemudian jeep melewati sebuah padang sabana yang luas dan lautan pasir gunung Bromo. Jalanan pertigaan desa Jemplang memang tak semulus jalan aspal.

 

Selain itu, jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya untuk menuju gunung Batok. Banyak mobil jeep dan motor trail yang melewati jalan tersebut. Akhirnya jalan tersebut menggunakan sistem buka-tutup. Yohanes Chandra Eka Jaya dan pengemudi menunggu di jalan, di bawah terik matahari dan debu yang menderu. Banyak mobil yang didorong karena terperosok ke dalam batu-batu jalan dan debu yang tebal.

 

Setelah melewati pertigaan jalan Jemplang yang terjal, berdebu, dan berbatu, maka Yohanes Chandra Eka Jaya dan pemandu sampai pada bukit padang sabana atau lebih dikenal sebagai bukit teletubbies. Jalur ini pun sering dilintasi oleh mobil jeep dan motor.

 

Sebenarnya Yohanes Chandra Eka Jaya pernah mendaki di daerah sekitar gunung Batok, yaitu gunung Bromo dan gunung Semeru. Selain itu ia juga pernah ke gunung Kursi dan gunung Jantur. Tetapi baru ini ia mendaki gunung Batok.

 

Gunung Batok sudah terlihat. Ia berdiri menjulang kokoh. Lereng dari gunung Batok sangatlah menyeramkan, karena berjajar dengan jurang, dan sangat curam. Yohanes Chandra Eka Jaya dan pemandu mulai menyeberang ke jalur pendakian, melewati sebuah ceruk berpasir.

 

Di jalur pendakian yang dilalui oleh Yohanes Chandra Eka Jaya dan pemandu terdapat banyak tanaman pakis pendek dan ilalang kering. Untuk mendaki ke atas mereka berdua harus selalu responsif dan bergerak secara tak beraturan atau zigzag karena memang jalur pendakiannya sangat sulit.

 

Kemiringan lereng gunung Batok menurut Yohanes Chandra Eka Jaya sekitar 60 derajat. Tidak selandai seperti waktu pertama kali ia memandang. Di lereng sebelah atas terdapat banyak pohon mlanding yang bisa dipergunakan para pendaki untuk membantu pendakian atau pun untuk berpegangan.