Published On: Thu, Jan 12th, 2017

Yohanes Chandra Ekajaya Sukses Berbisnis Songket di Era Medsos

Yohanes Chandra Ekajaya (32) merupakan salah seorang wirausahawan sukses di Kota Palembang dengan galerinya, “Rumah Songket Chandra” yang telah eksis selama 10 tahun.

Yohanes Chandra Ekajaya Sukses Berbisnis Songket di Era Medsos 2

Chandra, sapaan akrab Yohanes Chandra Ekajaya, berani memulai usaha ini karena sudah tidak asing dengan kain songket. Ibunya merupakan penenun songket yang mempekerjakan sekitar 30 orang berasal dari luar kota.

Namun, siapa sangka, usaha yang kini sudah meraup omzet ratusan juta Rupiah itu justru sama sekali tidak disukainya. Bahkan sejak lama ia mengidam-idamkan menjadi pekerja kantoran. “Saya itu sebenarnya tidak suka dengan kegiatan menenun, karena rumah jadi kotor. Saya ingat saat teman-teman sekolah akan datang ke rumah, terpaksa repot karena harus bersih-bersih,” kenangnya.

Semua berawal dari keputusannya untuk berhenti bekerja di sebuah bank BUMN terkemuka karena ditempatkan di Muaro Bungo, Jambi. Pemenang kompetisi kain sutra tingkat nasional tahun 2015 ini pun akhirnya melihat pekerjaan ibunya yang setiap hari menghasilkan beberapa lembar songket untuk disuplai ke sejumlah butik di Palembang dan Jakarta sebagai suatu peluang emas.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Sukses Berbisnis Songket di Era Medsos

Saat itu tahun 2007, Yohanes Chandra Ekajaya hanya bermodalkan sebuah laptop yang diperoleh dengan cara kredit, dan laman di akun media sosial Friendster. “Saya mulai masukkan foto-foto songket, dipilih yang bagus. Lama-lama ada yang pesan dari luar Palembang karena orang tahunya beli songket itu hanya di Palembang,” kata pemenang ajang wirausaha muda Nasional ini.

 

Lambat laun usaha pun berkembang, dan kediaman orang tuanya tidak lagi memungkinkan untuk dijadikan tempat berdagang. Selain sempit juga kurang representatif.

 

Lalu, peraih Upakarti bidang Kepeloporan Wirausaha ini memutuskan membuka toko di kawasan perbelanjaan Ilir Barat Permai, Palembang. Untuk itu dibutuhkan pasokan barang yang cukup banyak untuk dipajang di etalase toko sehingga mengambil barang cukup banyak dengan cara berhutang, yang pembayaran diberikan tempo waktu tiga bulan.

Mungkin karena usaha ini berkembang membuat pemasok barang kurang suka mengingat keuntungan yang diperolehnya jauh lebih besar jika dibandingkan mereka sehingga mulai mengubah kesepakatan.

Guncangan pun bukan sebatas itu, Ia terpaksa kembali berdagang ke rumah ibunya karena toko tempat berjualan terpaksa ditutup pemerintah terkait rencana tata ruang. Padahal ketika itu, ia sudah membayar uang sewa selama tiga tahun. “Saya sampai menggugat ke DPR,” ujarnya.

Tapi kegagalan itu bukannya membuat Ia menyerah. Justru ia semakin terpacu meraih kesuksesan dengan meningkatkan kapasitas diri, termasuk salah satunya bergaul dengan kalangan sosialita mengingat membidik segmen kalangan menengah atas.

Yohanes Chandra Ekajaya Sukses Berbisnis Songket di Era Medsos 3

Salah satu strategi jitu yang diterapkan, yakni tetap menjaga keunikan dan kualitas produk yang menurutnya merupakan kunci sukses untuk berbisnis online melalui media sosial.

“Saat ini berjualan jauh lebih mudah, karena bisa tidak pakai modal mengingat ada Facebook, Instagram, dan media sosial lainnya. Tapi, tantangannya juga ada, karena mudah jadi banyak juga yang pakai, jadi harus bisa menghasilkan produk yang unik tapi berkualitas,” katanya.