12.4 C
New York

Nama PT.CSA Muncul dalam Dakwaan Jaksa di Kasus Impor 3 Mesin Pesawat Bekas

Published:

BATAM – Nama PT Cakra Samudera Abadi(CSA) muncul dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum(JP) yang dibacakan pada sidang kasus impor tiga mesin pesawat bekas dari Singapura di Pengadilan Negeri Batam, Selasa 27 Oktober 2026 lalu.

Sidang perkara ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Monalisa Siagian didampingi Hakim Anggota Verdian Martin dan Ferry Irawan, dengan Jaksa Penuntut Umum(JPU) Rumondang Manurung.

Ada lima terdakwa dalam perkara Nomor 910/Pid.Sus/2026/PN Btm ini masing-masing adalah Lukman Hakim Alias Lukman, Andika Eka Saputra Alias Andika, Saksi Ari Sodri Alias Ari, Diansyah Jaya Bukit Alias Dian dan Fiber Mulyadi Alias Fiber. Kelima terdakwa didakwa dalam berkas perkara terpisah(splitsing).

Dalam dakwaan, JPU menguraikan peran dari kelima terdakwa dalam kasus yang diungkap oleh Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, pada 14 Agustus 2026.

Sosok Fiber Mulyadi alias Fiber, salah dari lima terdakwa memiliki peran penting untuk membawa tiga mesin pesawat bekas dari Singapura ke Batam.

Jaksa menguraikan bahwa pada tanggal 10 Januari 2026 sekira pukul dini hari waktu Singapura Kapal ASL Transporter 3 berangkat dari Pelabuhan Jurong Singapura menuju Batam dengan membawa barang material kebutuhan galangan PT. ASL Shipyard Indonesia, dan tiba di Terminal Khusus (TERSUS) milik PT. Cemara Intan Shipyard(CSI) sekitar pukul 12.00 WIB.

Sehari sebelumnya yakni pada tanggal 9 Januari 2026, terdakwa Fiber menerima tugas dari Reza Sempana (Direktur PT.Cakra Samudera Abadi) untuk berkordinasi dengan agen pelayaran SNL Logistic PTE LTD. bahwa PT. ASL Shipyard Indonesia akan mengimport material kebutuhan galangan PT. ASL Shipyard Indonesia yang akan dibawa oleh Kapal ASL Transporter 3.

Pada saat itu saksi Reza Sempana memberikan 2 Invoice packing List yang berisikan detail barang material kebutuhan galangan PT. ASL Shipyard Indonesia yang akan dibawa oleh kapal ASL Transporter 3 yaitu Invoice packing list ASL SHIPYARD PTE LTD Nomor: INVPL2601KR-04 tanggal 9 Januari 2026 dan Invoice packing list ASL SHIPYARD PTE LTD Nomor: INVPL2601KR-04B tanggal 9 Januari 2026.

Atas tugas yang diberikan oleh Reza Sempana tersebut, Fiber menghubungi Kanan selaku agen Pelayaran SNL LOGISTIC PTE LTD memberitahukan bahwa PT.ASL SHIPYARD Indonesia akan mengimpor barang dengan meneruskan ke 2 Invoice packing List tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Fiber mengambil kesempatan memasukkan ke-3 mesin pesawat bekas yang dipacking kayu yang diangkut 1 unit trailer ke dalam kapal ASL TRANSPORTER 3 tanpa sepengetahun saksi Reza Sempana selaku Direktur PT. Cakra Samudra Abadi, dan meminta kepada Kanan untuk tidak memasukkan ke- 3 mesin pesawat bekas yang dipacking kayu yang diangkut 1 unit trailer ke dalam manifest kapal.

Sebelum kapal ASL Transporter 3 berangkat menuju Batam, Fiber menerima dokumen berupa, Manifest kapal tanggal 9 Januari 2026 dengan muatan 5 unit Trailer Nomor: TRD7149K, TRC9771U,TRC7361H, TRC7520R dan TRC7332S, BILL OF LADING Nomor: ASL- 2601KR-04 tanggal 9 Januari 2026, BILL OF LADING Nomor: ASL-2601KR-04B tanggal 9 Januari 2026 yang dikeluarkan dari Agen Pelayaran SNL LOGISTIC PTE LTD Singapura, yang diterbitkan berdasarkan Invoice packing list ASL SHIPYARD PTE LTD Nomor : INVPL2601KR-04 tanggal 9 Januari 2026, dan Invoice packing list ASL SHIPYARD PTE LTD Nomor : INVPL2601KR-04B tanggal 9 Januari 2026 tersebut.

Selanjutnya Fiber meneruskan dokumen Manifest kapal dan BILL OF LADING dari Agen Pelayaran SNL LOGISTIC PTE LTD kepada Reza Sempana(Direktur PT.Cakra Samudera Abadi).

Reza Sempana kemudian meneruskan dokumen berupa manifest kapal tanggal 9 Januari 2026 tersebut kepada saksi Beni selaku Kordinator Shiping PT. Awak Samudera Transportasi selaku Agen Pelayaran Kapal Trasporter 3 yang berada di Batam dan kepada Anggi selaku pihak Terminal Khusus (TERSUS) PT. Cemara Intan Shipiyard (PT. Cemara Intan Shipyard, PT.Awak Samudera Transportasi dan PT. ASL Shipyard Indonesia Terafiliasi) dengan tujuan memberitahukan kedatangan Kapal TRANSPORTER 3 beserta list muatan barang yang diangkut.

Pada tanggal 10 Januari 2026 sekira pukul dini hari waktu Singapura Kapal ASL Transporter 3 berangkat dari Pelabuhan Jurong Singapura berdasarkan dengan membawa barang material kebutuhan galangan PT. ASL Shipyard Indonesia.

Ketiga mesin pesawat bekas yang dipacking kayu yang diangkut 1 unit trailer yang tidak masuk dalam ke dua invoice packing list.

Sekitar pukul 12.00 WIB, Kapal ASL Transporter 3 tiba di Terminal Khusus (TERSUS) milik PT. Cemara Intan Shipyard, selanjutnya dilakukan pembongkaran muatan Kapal Transporter 3 yang diawasi oleh Fiber dengan didampingi Taufik selaku Security PT. Cemara Intan Shipyard.

Pembongkaran muatan kapal dilakukan dilakukan dengan cara menyesuaikan nomor Traler yang ada didalam kapal dengan nomor yang ada pada manifest kapal dengan muatan 5 unit Trailer Nomor: TRD7149K, TRC9771U,TRC7361H, TRC7520R dan TRC7332S.

Selanjutnya muatan kapal diletakkan di dermaga/ lapangan Terminal Khusus (TERSUS) PT. Cemara Intan Shipyard.

Fiber memberitahukan Dian bahwa ketiga unit mesin pesawat bekas tersebut telah tiba di Terminal Khusus PT. Cemara Intan Shipiyard dan menyuruh Dian untuk mengangkut ketiga unit mesin pesawat bekas tersebut dengan menggunakan 1 unit Trailer dan 1 unit Lori crane serta menyampaikan kepada yang akan mengangkut ketiga unit mesin pesawat bekas tersebut untuk terlebih dahulu menemui Fiber di PT. Cemara Intan Shipyard, .

Atas informasi tersebut Dian menghubungi Ari, Ari kemudian menghungi Andika untuk menjemput ketiga unit mesin pesawat bekas tersebut dengan menggunakan 1 unit Trailer dan 1 unit lori crane dan menyampaikan pesan dari Fiber kepada yang akan mengangkut ketiga unit mesin pesawat bekas tersebut untuk terlebih dahulu menemui di PT. Cemara Intan Shipyard.

Sekitar pukul 14.00 WIB, 1 unit Trailer dan 1 unit Lori crane tiba di dermaga/lapangan PT. Cemara Intan Shipyard. Pengemudi Traliler dan pengemudi Lori Crane menemui Fiber di PT. Cemara Intan Shipyard.

Selanjutnya ketiga unit mesin pesawat bekas tersebut dipindahkan ke atas Trailer dan Lori Crane yang diawasi oleh Fiber.

Sekitar pukul 17.40 WIB, 1 unit Trailer dan 1 unit Lori crane yang mengangkut ketiga unit mesin pesawat bekas tersebut keluar dari kawasan Pelabuhan PT. Cemara Intan Shipyard tanpa dilakukan pengecekan lagi oleh Taufik atas muatan Trailer dan Lori Crane tersebut karena sepengetahuan Taufik barang tersebut milik PT. ASL Shipyard Indonesia yang satu grup dengan PT. Cemara Intan Shipyard.

Pada saat 1 unit Trailer dan 1 unit Lori crane yang mengangkut 3 unit mesin pesawat bekas tersebut keluar dari kawasan Pelabuhan PT. Cemara Intan Shipyard, Andika mengarahkan supir 1 unit Trailer dan 1 unit Lori crane membawa 3 unit mesin pesawat bekas tersebut ke Gudang Bintang Baru yang terletak di Jalan Majapahit Kecamatan Batu Ampar.

Siapa Dibalik PT.CSA

Berdasarkan data yang diperoleh SwaraKepri dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum(AHU) Kementerian Hukum RI, PT.CSA melakukan perubahan data perseroan pada 27 Februari 2025.

PT.CSA memiliki satu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia(BKLI) yakni Jasa Keagenan Kapal/Agen Perkapalan Perusahaan Pelayaran.

Modal dasar, Harga per lembar Rp100.000, jumlah lembar saham 1.000, total Rp100.000.000. Modal disetor Rp25.000.000.

Pengurus dan Pemegang Saham

Pengurus dan pemegang saham PT.CSA adalah CT selaku Komisaris, jumlah lembar saham 75, total Rp7.500.000.

Reza Sempana(RS) selaku Direktur Utama, jumlah lembar saham 150, total Rp15.000.000. Fiber Mulyadi(Fiber/terdakwa) selaku Direktur, jumlah lembar saham 25, total Rp2.500.000.

Berdasarkan data yang diperoleh SwaraKepri, PT. CSA merupakan perusahaan keagenan kapal yang telah mendapatkan persetujuan keagenan kapal(SIUPKK) dari Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan pada tanggal 10 September 2019.

Tanggapan KSOP dan Bea Cukai Batam

Saat berita ini diunggah SwaraKepri masih berupaya melakukan konfirmasi ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan(KSOP) Khusus Batam dan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam terkait impor tiga mesin pesawat bekas dari Singapura tersebut.

Sumber: swarakepri.com

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru

spot_img